Surprise [One-Shoot]


image

Yoonhae

Title : Surprise

Cast : Lee Donghae

   Im YoonA

Genre : Romance, Sad

Length : One-Shoot

Disclamair: My fanfiction special for Yoona’s birthday. Enjoy with this story ^^

©yoonhaeseokyu
*************************************************

Rintik hujan mengiringi setapak jalan ditengah kota Seoul, suara air yang terjatuh itu seolah membiaskan kebisingan yang berasal dari laju kenderaan yang sedang hilir mudik. Aroma yang menyeruak dari aspal jalanan, memberikan ketenagan tiap insan.

Ditengah rintikan hujan sorang gadis cantik. Meskipun langit sudah tak lagi bersinar terang namun kecantikan gadis itu seolah tetap terpancar. Dibahu kanannya terselempang tas dengan nuansa peach, sedangkan tangan kirinya membawa sebuah kotak berwarna putih. Entahlah apa isi kotak tersebut.

Pada sebuah persimpangan jalan terdapat sebuah kedai sederhana, langkah gadis itu mengarah memasuki kedai itu. Dalam pikirannya tempat ini tidak banyak berubah, selalu menyimpan kenangan. Ia tak tak tahu kenangan apa yang ia rasakan, kenangan buruk atau kenangan manis. Keduanya terlalu bias untuk dapat dibedakan.

Yang ia tahu kenangan itu tercipta bersama seorang yang teramat ia cintai.

Flashback

“Apakah kau akan benar-benar pergi, kapan kau akan kembali, lalu bagaimana denganku tanpamu ?”, bertubi tubi pertanyaan dilontarkan oleh sang gadis remaja pada kekasihnya. Tak lama lagi ia akan ditinggal jauh oleh sang kekasih.

Dengan tenangnya sang kekasih menjawab gadisnya dengan tatapan selembut yang selalu ia tampilkan, “Tenanglah Yoong, aku akan kembali secepatnya dan kita akan merayakan ulang tahun mu lagi tahun depan. Ingat tahun depan kita akan rayakan ulang tahunmu lebih meriah dari yang sekarang.”

“Kau janji ?”, tanya Yoona sang gadis itu.

Lelaki itu, bernama Donghae mengangguk seraya menjawab pertanyaan Yoona –sang kekasih-

“Baiklah, ayo kita makan kuenya. Ini ulang tahunmu masa kau bersedih seperti ini ?”, Donghae mengajak Yoona untuk menyantap kue tart yang ia bawakan untuk ulang tahun sang kekasih.

Sepasang kekasih ini menghabiskan perayaan ulang tahun dengan guyuran hujan yang turun dari langit angkasa malam. Didalam sebuah cafetaria aliran hujan itu masih dapat terlihat melalui kaca jendela. Kebersamaan mereka seolah sebagai penghangat dikala dinginnya udara malam ditambah hujan yang masih senantiasa menurunkan aliran airnya dari atas langit.

Kue tart yang manis mereka habiskan berdua, sama seperti tart itu mereka ingin menghabiskan kenangan manis bersama. Menghabiskan sisa kebersamaan mereka sebelum sang kekasih pria meninggalkan kekasih sang gadis.

Donghae terlihat meletakkan sebuah bungkusan ketas meja, mungkin sebuah kado yang ingin ia berikan pada Yoona.

“Ini untukmu, hadiah untuk ulang tahun mu”

Yoona menatap bungkusan kado itu sebentar, lalu ia mulai mengambilnya. Bungkusan rapi dengan dibalut kertas kado berwarna pink muda serta pita biru sebagai hiasannya. Yoona mulai membuka bungkusan itu dengan perlahan, ia tak ingin merusak barang pemberian sang kekasih sekalipun itu hanya sebagai pembungkus.

Senyum mengembang menghiasi wajah Yoona tatkala ia mendapati sebuah kotak berwarna silver didalam bungkusan tersebut. Lalu kotak tersebut ia buka perlahan, menampilkan sebuah perhiasan indah yang berkilau. Sebuah kalung berliontin indah, liontin itu memiliki makna yang begitu besar bagi Donghae sang pemberi hadiah.

Tatapan Donghae begitu sendu, ia merasa kekasihnya itu senang atas hadiah yang telah ia siapkan untuk Yoona.

“Apa kau suka?”, tanya Donghae.

Yoona masih memegang kalung itu, kemudian ia menolehkan kepalanya untuk menatap Donghae dan menangguk dengan pasti.

“Mmmm, tentu saja. Ini sangat indah”, jawab Yoona dengan hiasan senyum yang mengembang diwajahnya.

Donghae mengambil kalung dari tangan Yoona, ia buka pengaitnya. Kemudian ia memakaikannya dileher jenjang milik sang kekasih. Yoona nampak terkejut atas perlakuan Donghae, jantungnya berdegup.

Donghae memang pria yang sangat romantis bagi Yoona, lihat saja kelakuan yang ia lakukan pada sang kekasih. Malam indah mereka lewati bersama, menghabiskan sisa malam yang ada.

Setahun kemudian tepat ditanggal ini, Yoona kembali mendatangi kedai itu. Duduk ditempat yang sama seperti setahun yang lalu. Bukankah Donghae sudah berjanji untuk merayakan ulang tahunnya kembali pada tahun berikutnya.

Malam kian larut, terhitung sudah 2 jam 45 menit Yoona dengan setianya masih terduduk dikedai itu. Ia berharap pintu kedai yang digantungi lonceng itu akan terbuka dan menampilkan sosok kekasihnya yang teramat ia rindukan.

Bahagia, canda, serta hadiah sedang tak menghampiri Yoona dihari ulang tahunnya kini. 

“Maaf nona, toko kami akan tutup”, seorang pelayan memberitahukan pada Yoona bahwa kedai akan segera ditutp. Yoona cukup sadar diri, iatelah menghabiskan banyak waktu dikedai itu untuk menunggu seseorang yang bahkan batang hidungnya pun ak muncul.

Yoona tampak berjalan keluar kedai, raut wajahnya tampak kecewa. Bagaimana bisa kekasihnya –Donghae- mengingkari janji yang ia buat setahun yang lalu. Ulang tahunnya kali ini berakhir dengan kenangan buruk. 

Flashback end

3 tahun berlalu setelah pria itu meninggalkan gadisnya. 3 tahun pula ia telah mengingkari janji manisnya pada sang kekasih.  Gadis itu –Yoona- masih setia duduk ditempat yang sama selama 3 tahun ia menunggu sang kekasih untuk datang.3 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk Yoona lewati. Selama itu pula ia menghabiskan perayaan ulang tahunnya tanpa hadirnya sang kekasih.

Suasana kedai itu nampak tak banyak mengalami perubahan, lonceng masih setia menggantung dipintu yang setiap berbunyi menandakan pengunjung datang dikedai itu. Kursi kayu yang Yoona duduki saat ini pun masih sama seperti 3 tahun yang lalu saat ia merayakan ulang tahunnya bersama Donghae.

Yoona tak berharap banyak akan kedatangan Donghae, ia hanya ingin merayakan ulang tahunnya bersama dengan kenangan yang telah ia ciptakan bersama Donghae saat perayaan ulang tahunnya 3 tahun yang lalu. Meskipun Donghae tak datang kekedai ini, namun Yoona ingin mengingat perayaan itu. Sehingga ia bisa merasakan kehadiran Donghae mskipun hanya dengan kenangan yang tercipta saja.

“Maaf nona, kedai akan segera tutup”, lagi Yoona harus merasakan ‘pengusiran’ secara halus dari pelayan toko itu. Namun hal itu tak diambil pusing olehnya, toh ia datang kesini hanya untuk menikmati kenanangan yang telah berlalu saja.

‘Ia tak datang lagi’, Yoona berkata dalam hati seraya ia bangkit dari kursinya. Ia sudah dapat menduga bahwa Donghae kembali tak menampakkan batang hidungnya dihadapan dirinya. Yoona harus menelan kekecewaan lagi bahwa kekasihnya, ah masihkah dapat disebut sebagai kekasih jika selama 3 tahun ini Donghae tak memberinya kabar.

Lonceng yang tergantung dipintu itu memantulkan suaranya,  namun suara lonceng itu bukan dari gerak tangan Yoona yang hendak ingin keluar kedai. Bahkan Yoona saja baru akan hendak menuju pintu.

Yoona terdiam melihat sang pengunjung yang datang dikedai itu. Sosoknya seketika membuat tubuh Yoona tak dapat bergerak, bahkan untuk berkata sekalipun. Sedetikpun matanya tak berkedip, bukan kagum yang dirasa namun keterkejutan atas kedatangan seseorang yang tak asing baginya.

“Oppa~~”, suara yang Yoona keluarkan begitu pelan, sangat pelan.

Ia ingin memastikan bahwa yang ada dihadapannya saat ini adalah nyata dan bukan fatamorgana yang muncul dikala tengah teriknya sang mentari. Tentu saja bukan fatamorgana, bahkan matahari saja tak nampak karea telah tergantikan tugasnya oleh sang rembulan malam.  

Seseorang yang ada dihadapan Yoona saat ini hanya bisa tersenyum. Gadis yang selama ini ia rindukan ada dihadapannya sekarang. Selama 3 tahun ia tak memandang wajahnya, tak mendekap hangat tubuhnya serta melupakan janji kepada gadisnya. Semua terbayarkan malam ini, ditempat yang sama.

Malam kian larut, tak membuat keduanya ingin segera kembali pulang. Cahaya bintang masih menemani mereka menerangi langit malam yang juga menerangi perasaan mereka yang sempat gelap.

Mereka ingin menghabiskan waktu yang telah terbuang selama 3 tahun. Meluapkan rasa rindu yang telah mendera dalam lubuk relung mereka. Namun keduanya diam membisu, membiarkan angin yang berhembus seolah menyampaikan rasa rindu mereka.

“Kau jahat, kau mengingkari janjimu sendiri. Kau bilang kau akan merayakan ulang tahun bersama ku, tapi …”, Yoona memberi jeda sejenak kalimatmya. “Bahkan aku selalu datang kekedai itu, berharap kau akan muncul dan memberiku ucapan selamat ulang tahun, tapi justru aku harus pulang dengan persaan yang menyedihkan”

Hening yang tercipta diantara keduanya setelah Yoona meluapkan rasa kekecewaannya selama ini.  Bahkan kini mata ‘rusa’ gadis itu terlihat sedikit memerah. Dibalik kepergian Donghae selama ini, ia memilki alasan yang masih ia pendam. Ia tak ingin mengecewakan gadis yang telah masuk kedalam hatinya, memenuhi segala ruang pikirannya. 

Donghae tak ingin lagi membuang waktu, ia takut Yoona mengeluarkan air matanya. Sesuatu hal yang tak sanggup ia lihat. Lalu Donghae kini sudah menghadap Yoona ingin segera mengucapkan sesuatu yang baginya sudah ia persiapkan.

“Maukah kau menjadi pendamping hidupku, berada disisiku selamanya?”

Yoona terperanga atas tindakan yang membuatnya terkejut setengah mati itu. Lelaki yang menghilang tanpa kabar selama 3 tahun ini, dan datang secara tiba-tiba dihadapannya. Lalu melamarnya tepat diulang tahunnya saat ini. Apakah ini bagian dari kejutan yang disiapkan Donghae ?

Yoona yang dengan segala keterkejutannya masih diam membatu, matanya tergenang oleh air yang sudah siap membasahi pipinya.

“Oppa…”. Yoona berkata dengan begitu lembut.

“Maukah kau ?”, Donghae kembali bertanya pada Yoona, berharap sang kekasih menjawab sesuai harapannya.

Yoona tak dapat membendung lagi air mata yang kian lama telah menggenangi pelupuk matanya dan akhirnya jatuh membasahi pipinya. Tangis bahagia yang kini ia rasakan. Tanpa ragu ia menganggukkan kepalanya, sebagai pengganti kata ‘Ya’ atas penawaran Donghae.

Yoona tak menyangka diulang tahunnya kali ini ia tak harus pulang dengan raut wajah kecewa. Ulang tahun terburuknya selama 3 tahun telah bertransformasi menjadi sebuah kejutan yang tak ia duga.

Senyuman itu masih setia terkurir manis pada bibir mereka, pelukan hangat seakan tak ingin mereka lepas. Bintang bersinar dilangit malam menjadi saksi kebahagian mereka.

Masih memeluk tubuh sang kekasih, Donghae mengambil sesuatu didalam saku mantel yang ia kenakan. Diambilnya benda mungil itu, ini waktu yang tepat untuk memberikannya pada Yoona. Namun Yoona tak menyadari apa yang Donghar lakukan karena ia masih berada dalam pelukan sang kekasih.

Dibukanya pengait sebuah benda yang melingkari leher jenjang itu, ia selipkan benda kecil kedalam rantai kalung yang dipakai oleh gadisnya itu. Benda itu -liontin- sukses terjatuh kebagian depan leher sang pemilik. Yoona langsung menyadarinya jika ada sesuatu pada kalung yang ia kenakan.

Yoona menatap liontin yang Donghae berikan saat ini, liontin yang sama saat diberikan padanya 3 tahun yang lalu namun dengan kedua sisi yang berbeda. Ia kemudian menatap Donghae meminta penjelasan darinya.

“Bukankah terlihat lebih sempurna ?”, lelaki ini bukannya memberikan jawaban tapi justru bertanya.

“Sama seperti liontin ini, ia sudah mendapatkan pasanganya dan telah menjadi cinta yang utuh bukan?, lagi-lagi Donghae bertanya pada Yoona yang masih terdiam.

Yoona berpikir apa yang dimaksud oleh kekasihnya itu. 3 tahun yang lalu Donghae memberikannya hadiah sebuah kalung dengan liontin berbentuk setengah hati, ia berpikir saat itu Donghae menginginkan sebuah perpisahan darinya. Namun bukan arti itu yang Donghae ingin sampaikan.

Donghae berharap saat itu sebelum kepergiannya ia dapat membawa sebagian hati milik Yoona untuk ia simpan didalam hatinya, dan sebagian hatinya lagi ia tinggal untuk Yoona simpan dan menjaga cinta untuk Donghae seorang. Lalu suatu saat Donghae berharap hati keduanya yang telah terpisahkan itu akan menyatu kembali sama seperti malam ini.

Cinta keduanya telah kembali bersama, menyempurnakan sesuatu yang sempat hilang dari keduanya.

Keduanya melangkah memasuki sebuah mobi yang terparkir, Donghae yang bertindak sebagai pengemudi kini mengendalikan kemudinya. Mereka terlarut dalam perjalanan malam membelah udara malam kota Seoul. Entahlah laju kemudi Donghae akan berarah kemana, biarlah mereka menikmatinya suasana ini. 

Yoona tersenyum lalu menatap kearah Donghae yang masih setia mengendalikan mobilnya, “Aku tak menyangka kau cukup romantis juga”

“Apa kau baru menyadarinya, hmm ?” Donghae hanya melihat Yoona sekilas, karena ia harus berkonsentrasi pada jalanan jika ia tak ingin terjadi sesuatu.

“Tapi kenapa selama ini kau tidak pernah memberiku kabar ?” Yoona bertanya pada Donghae dengat raut wajah kesal.

Seakan sudah siap dengan pertanyaan ini Donghae segera menjwabnya, “Aku ingin memberikan mu kejutan gadis cantik”

‘Apa, hanya kejutan ia bilang. Apa dia sudah tak waras, ingin memberikan ku kejutan dan aku harus menunggu selama 3 tahun. Dia benar-benar sudah gila.’ Yoona merutuk perkataan Donghae, ia tak habis pikir dengan apa yang ia dengar tadi.

“Apa kau bilang, apakah alasan itu masuk akal, yang benar saja. Kau meninggalkan ku selama itu hanya demi kejutan. Waaah kau sungguh sangat kejam” Yoona bermaksud menyindir Donghae.

“Tunggu saja, sampai saat kejutan itu kau lihat sendiri” Donghae membalas.

Tak berselang lama, mobil itu berhenti. Dengan segera mereka berdua turun dari mobil. Yoona menatap takjub dengan apa yang ia lihat saat ini. Matanya tak berkedip untuk beberapa detik.

“Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama disini, kau dan aku, kita” Donghae menuntun tangan Yoona untuk menuju sebuah bangunan kokoh, ya sebuah rumah mewah yang begitu cantik.
Malam yang begitu gelap membuat lampu-lampu yang berada disekitar rumah itu bersinar terang menyambut sang calon pemilik rumah.

Setelah Donghae melamarnya tadi, kini Yoona dikejutkan oleh sebuah rumah yang nampak kokoh ada dihadapannya, jadi ini alasannya. Donghae telah menyiapkan sebuah rumah impian masa depan yang ingin ia huni dengan gadis yang teramat ia cintai. Rumah yang akan mereka isi dengan segala cinta yang tulus, hunian yang aka menjadi atap rasa kasih sayang untuk keduanya.

“Kau senang dengan kejutan ku ini, apa aku masih terlihat kejam ?” Donghae tersenyum bertanya dengan perkataan yang sebelumnya dilontarkan oleh Yoona.

Yoona sedikit malu dengan pertanyaan Donghae, jika kejutannya seperti ini maka Donghae bukanlah lelaki yang kejam, namun ia adalah lelaki dengan segala kejutan yang membuatnya semakin mencintai lelaki ini.

‘Kau benar-benar penuh kejutan Lee Donghae’ Yoona berkata dalam hatinya. Donghae telah banyak memberikannya kejutan indah malam ini. Perayaan ulang tahunnya kali ini begitu spesial, sungguh teramat amat indah baginya.

Keduanya kini memasuki rumah bernuansa putih gading itu, memasuki langkah awal kehidupan yang akan mereka jalani bersama.

Dibalik setiap penantian pasti akan ada sebuah titik terang keindahan.

-Our Love to Forever-

FIN

——————————————

Terima kasih telah meluangkan waktu kalian untuk membaca cerita ini. Masih banyak kekurangan tentunya dalam pembuatan cerita ini. Sekali lagi terima kasih ^^

Advertisements

39 thoughts on “Surprise [One-Shoot]

  1. pntian yg pnjang b’akhr dgn kbhgiaan waw daebak…!? keren dtngu ff yoonhae yg Laen’y 🙂

  2. Annyeong thor ku readers bru,
    smpah ff’y kren feel’y dpet bgt ku ngbyangin’y romantis bgt andai ini nyta,,

  3. hehe ….kado terindah yoogie,mdh” n d knyataan kau jg mndapatkn kado yg indah
    love you YH
    ff nya bguzzz thor

  4. hae oppa!!!! rumahnya kasih aku aj deh
    #pletak
    abg ikan romntis bnget >< kapan aku punya calon suami kek gt?q relain deh gx pulang 3 thun demi bkin rumah utk msa depan brsama..aih aih hehe
    seru..tp kurang sdikit aj,…kurang adanya kcemburuan n knflik kkk

  5. kyaaa..!! #histerisbadai #plaaakk #abaikan
    donghae romantis amat >< meskipun,udh mengingkar janji'nya ke yoona -___-
    tapi,tak apa lah kan donghae balik 😀
    bwat ff'yh yg lain ya chingu ^^
    daebaaakkk!!! ~^^

  6. Wach.. Daebakk..!!
    Romantis banget..
    Membahagia_n org yg qita cintai tue memang butuh pengorbanan..

    Aq tunggu ff yg lain.a..

  7. Ish.. romantis banget donghae.. berharap banget emang bener. Dan donghae cuman sama yoona.. aah.. i likeit ;*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: