When We First Meet [Three-Shoot]


Title : When We First Meet

Cast : Lee Donghae – Im YoonA
.        Cho Kyuhyun – Seo Joohyun

Author : yoonhaeseokyu

Genre : Romance, Life,

Length : Three-Shoot

Disclaimer : Sejujurnya fanfic ini adalah fanfic pertama kali yang saya buat, draftnya pun sudah lama tersimpan di notebook saya. Waktu ingin posting tiba-tiba otak saya ini ‘macet’ dengan jalan ceritanya. Jadi mungkin ya ceritanya agak sedikit aneh dan semoga kalian bisa menikmati ceritanya. Happy reading ?

Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous
I couldn’t speak
– Shane Filan ‘Beautiful in White’-

©yoonhaeseokyu

image

***

-Start-

Donghae Side
Cahaya matahari mengusik mataku yang masih terlelap, dan seperti inilah cara alam yang selalu membangunkan ku dipagi hari. Dengan sinar mentari dan kicauan para burung yang menenangkan jiwa. Membuka mata dan segera menikmati keindahan pagi yang menyejukkan.

Segelas coffee dan roti untuk pagi ini tidak terlalu buruk dan cukup untuk mengganjal perut sampai jam makin siang nanti, lalu ku kemudikan mobilku ini menuju kantor dimana aku akan menghabiskan waktuku disana. Perusahaan ini dibangun oleh mendiang ayah, ia sangat bekerja keras dalam membangun perusahaannya ini hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang dan (akan) seterusnya.

Namun ditengah kesuksesan perusahaan yang ia rintis, Tuhan menghendaki ia untuk menghadapnya. Ayah meninggalkan kami untuk selamanya dari dunia ini dan selamanya sudah tenang dialam surga.

Setelah ayah meninggal perusahaan ini dilimpahkan kepadaku untuk ku pimpin, seharusnya hyung –Lee Donghwa- lah yang memimpin perusahaan ini, namun ia lebih untuk membuat perusahaannya sendiri dengan membuka bisnis usaha.

Sesampainya dikantor aku langsung menuju ruangan ku, dan tak lama kemudian manajer Park yang juga salah satu orang kepercayaan ku dalam membantu menangani perusahaan ini datang keruanganku. Dengan membawa setumpuk map yang kuyakini lagi dan lagi berkas yang harus kupelajari dan kutandatangani.

Meskipun pekerjaan ini terlihat mudah namun pada kenyataannya tidaklah seindah yang dibayangkan, mungkin banyak orang yang berpikir bahwa apa susahnya menjadi seorang direktur, duduk dengan tenang kemudian membaca laporan dan tinggal menandatangani kertas-kertas yang ada, bukankah itu mudah.

Tapi justru disinilah letak kesulitannya, kau dituntunt untuk bertanggung jawab atas segala keputusan yang kau ambil. Keputusan yang menyangkut nasib orang lain. Ini sangat melelahkan.

“Maaf tuan ini beberapa berkas yang harus segera ditandatangani dan ada beberapa materi rapat yang harus anda pelajari untuk rapat dewan direksi nanti,” manajer Park menyuguhkan beberapa lembar map kehadapan meja kerjaku,

“Baiklah tuan Park, sepertinya aku harus lebih banyak belajar lagi agar dapat menguasainya, dan pekerjaan ini seperti ingin membunuhku secara perlahan” aku menatap setumpuk berkas dihadapanku, sepertinya 5 tahun mengenyam pendidikan masih belum cukup untukku mengurusi perusahaan dengan segala berbagai macam urusan yang ada.

Ada kalanya aku harus meluangkan waktu sejenak untuk menjernihkan otakku yang sudah hampir mau meledak ini. Hei, otakku juga butuh penyegaran kan.

-When We First Meet-

‘Aku melangkahkan kakiku menuju sebuah tempat yang menurut sebagian orang adalah tempat yang paling membosankan untuk dikunjungi, tapi tidak dengan diriku. Sudah hampir sebulan ini aku terus mendatangi  tempat ini, sekedar untuk menemukan apa yang ingin aku cari selama ini. Ku telusuri setiap letak yang ku duga nantinya akan kutemukan sesuatu yang telah ku cari selama ini.

Kutelusuri tempat ini, kuhampiri tempat ini untuk memastikan sesuatu yang kucari selama ini. Bagaikan menunggu kesempatan yang telah lama ku nanti akhirnya aku menemukan sesuatu yang telah aku cari-cari, segera ku langkahkan kakiku untuk menggapai sesuatu yang telah ku idamkan ini. Saat aku ingin meraihnya tiba-tiba tampak sesorang yang juga ikut mengulurkan tangannya untuk meraih itu sama seperti apa yang kulakukan.

Kami saling berpandangan satu sama lain, mata kami saling bertemu

‘Apa yang aku rasakan saat ini, mengapa mulut ku ini tiba-tiba diam membisu seolah sulit untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Jantungku sepertinya berdetak sangat cepat bagaikan sebuah kereta api yang melaju dengan kecepatan maksimum. Diriku diam mematung seakan terpana melihat wajah cantiknya, apakah ini yang dinamakan –Cinta pada pandangan pertama- terlalu dini untuk menafsirkannya’

“Maaf tuan, buku ini ?” Gadis dihadapanku saat ini membuyarkan keterdiaman yang menyerangku,

‘Buku ?, aah aku hampir lupa tujuanku datang ketempat ini untuk mencari sesuatu –buku- sampai akhirnya aku menemukan apa yang kucari dan tak sengaja  bertemu dengan gadis yang membuat jantungku berdegup kencang dan membuat bibir ini sulit untuk mengeluarkan kata-kata.’

“Ah iya, sepertinya kita mengambil buku yang sama” ucapku sedikit terbata dan melepas buku itu sejenak,

Dengan senyuman yang menghiasi wajahnya, ia mengambil buku tersebut  dari rak berwarna coklat dimana terdapat jajaran berbagai macam jenis buku diletakkan.

“Hmmm, sepertinya buku ini hanya ada satu ?” Dia mencari buku yang sama dalam tumpukkan buku yang lainnya, berharap akan menemukan buku yang sejenis,

Aku terdiam mengamatinya yang sedang sibuk menelusuri rak buku dihadapannya. Apa yang aku lakukan, kenapa aku hanya diam saja bukankah seharusnya aku ikut membantunya ?, tapi seolah raga ini menginstruksikan anggota tubuhku untuk terus memandanginya.

“Maaf tuan apakah ditoko ini masih ada persediaan buku ini ?” gadis itu bertanya kepada salah satu petugas dengan menunjukkan buku yang ia pegang,

“Sebentar nona saya akan mengeceknya dahulu,” jawab sang petugas yang kebetulan lewat dihadapan kami,

Kulihat sang petugas kini menuju kesebuah ruangan yang kuyakini tempat tersebut adalah sebuah gudang tempat penyimpanan buku-buku yang ada ditoko ini.

Sejenak kami diam saling membisu, tak ada yang memulai untuk sebuah perbincangan sekalipun untuk basa-basi. Keadaan ini begitu canggung untuk kami. Sampai pada akhirnya kedatangan petugas tadi memecahkan keheningan diantara kami, meskipun saat itu keadaan ditoko buku ini cukup ramai oleh pengunjung.

“Maaf sepertinya buku ini adalah persediaan buku terakhir yang kami miliki, karena buku ini sudah lama diterbitkan jadi sangat sulit untuk menemukkannya lagi,”

“Ah baiklah terima kasih,” Gadis ini membalas pernyataan sang petugas dengan sedikit membungkukkan badannya,

Kami menghela nafas, sedikit kekecewaan menghiasi wajah kami karena buku yang kami cari hanya tertinggal satu buah.

“Bagaimana ini ? buku ini benar-benar hanya tinggal satu? Aku butuh, kau pun juga butuh” ia memandang kearahku, menanyakan bagaimana kelanjutan akan nasib buku ini,

“Aku sudah lama mencari buku ini, setelah hampir aku dapatkan justru buku ini hanya ada satu dan kau pun membutuhkannya ” jawabku membalas pandangannya

“Aku pun sama halnya dengan mu, aku sangat membutuhkan buku ini untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahku,”

Keheningan kembali menyelimuti kami saat ini, kami tediam memikirkan jalan keluarnya
Gadis itu terlihat bingung, “lalu bagaimana ini?”

“Begini saja .. bagaimana kalau bergiliran, buku ini kau pakai terlebih dahulu setelah itu baru berikan padaku, a..apa k..kau setuju nona ?”, Ucapku agak sedikit ragu untuk memberikan jalan keluar tentang situasi ini,

Terlihat ia berpikir sejenak, mungkin ia sedang mempertimbangkan apa yang aku ucapkan, “Baiklah, sepertinya tidak terlalu buruk,” jawabnya
Aku hanya mengangguk membalas,

Merasa kondisi ini sudah terselesaikan kami pun segera menuju kasir. Untuk menghilangkan kecanggungan ini aku mulai bertanya kepadanya,
“Karena terlalu sibuk memikirkan buku, bahkan kita belum sempat berkenalan, nama mu ?”

“Ah ne, aku Yoona..Im Yoona, kau ?”

Donghae..Lee Donghae,”

Seolah dunia berhenti berputar saat aku bertemu denganmu, untuk pertama kalinya,

‘Gadis itu bernama Yoona, gadis yang membuat diriku ini tampak seperti mendapat sebuah undian Lottre, kau tau bagaimana rasanya ? seperti  dirimu diajak terbang ke angkasa, melayang keudara, merasakan segala keindahannya.’

“Baiklah Donghae-ssi aku akan memberikan buku ini 2 minggu lagi, kuharap kau akan sabar menunggunya,”

‘senyumannya sangat indah, bagaikan candu yang memabukkan,’ akupun ikut tersenyum

“Baiklah, kita akan bertemu 2 minggu lagi,”

“Sebelumnya aku berterima kasih, sampai jumpa Donghae-ssi,” dia membungkukkan badannya sebagai tanda perpisahan sore itu.

‘Aku pun ikut membungkukkan badanku seperti  apa yang dilakukan oleh gadis dihadapan ku ini. Ia membalikkan tubuhnnya dan semakin lama tampak tubuhnya semakin menjauh dari pandangan mataku. Sekali ia menoleh kearahku seakan memastikan diriku masih ada, aku tersenyum lembut kearahnya. Sampai pada akhirnya ia menghilang dari pandangan mataku.

***

‘Kejadian itu masih terus berputar membayangi pikiranku. Wajahnya seakan terus melekat di dalam memori otakku. Parasnya yang cantik, senyumnya yang indah, dan suara lembutnya yang membuatku hampir gila karena memikirkannya sejak tadi. Perasaan apa yang kurasakan saat ini,
jantungku berdegup kencang saat bertemu dengannya. Aku ingin melihatnya lagi, ingin terus memandangnya.’

“Donghae-ya~~~” seorang pria menepuk bahuku pelan,

“aaah, Kyuhyun-ah kau mengangetkan ku saja”

Kyuhyun, salah satu sahabat terbaikku. Dialah yang membuyarkan lamunanku mengenai gadis itu –Yoona- Bagaimana bisa aku sampai tak menyadari Kyuhyun yang sudah berada dihadapanku saat ini. Ah aku nampaknya begitu serius memikrkan gadis itu.

“Haaaah kau ini, kau tidak mendengar aku mengetuk pintu ruanganmu apa sejak tadi?!” dia mendudukkan dirinya pada sofa berwarna merah marun yang terletak dalam ruangan kerjaku. “kau sedang memukirkan apa, kelihatannya sangat serius sekali?”

“Aaaahh bukan apa-apa, apa ada sesuatu ?” tanyaku pada sahabatku ini,

“Aku hanya ingin berkunjung, apa itu tidak boleh, kau ini”, balasnya dengan santai,

“Bukannya seperti itu, tapi tidak biasanya kau datang kesini pada jam seperti ini, memangnya kau tidak ada pekerjaan ?”

Kyuhyun hanya menghela nafasnya, sepertinya hari ini pekerjannya telah membuatnya lelah.

“Aku sepertinya butuh liburan Donghae-ah, pekerjaan membuatku stress”

“Huuh, ada apa dengan mu ? Apa kau sedang putus cinta ?” Donghae berjalan kearah meja kerjanya meninggalkan Kyuhyun duduk sendirian di sofa.

“Yaak !” Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya, bukan karena marah, tapi karena sahabatnya itu telah mengejeknya.

***

Menghirup udara pagi yang menyejukkan memberikannya semangat baru unntukku. Aku sudah tak sabar untuk segera melangkahkan kakiku menuju suatu tempat. Seperti ingin mengejar sesuatu aku segera beranjak membawa mobilku pergi, pagi yang indah bukan hari ini. Sama seperti suasana hati ku yang begitu indah.

Hari ini tepat 2 minggu setelah kejadian ditoko buku saat itu, aku akan bertemu dengannya lagi. Kulirikkan mata ku melihat jam yang melingkar dipergelangan tanganku. Segera ku langkahkan kakiku menuju tempat pertemuan kedua kami. Apakah aku senang hari ini ?

Tentu saja aku akan menjawab sangat senang, bukankah aku pernah mengatakan aku ingin melihatnya lagi. Kuedarkan pandangan mataku menatap sekeliling tempat ini.

“Sepertinya ia belum sampai,” Mengetahui gadis itu belum sampai lalu aku menduduki sebuah bangku berwarna coklat tua ini, udara nan sejuk menemani ku menunggu gadis itu ditaman kota ini.

Tak lama setelah ku menunggu kedatangan gadis ini, kulihat seseorang sedang berlari kecil menuju kearahku, dia sudah datang. Dia menuju kearahku, rambutnya tertipu angin kecil, cantik sekali bukan gadis itu.

“Selamat pagi Donghae-ssi, maaf aku sedikit terlambat, apa kau sudah lama menunggu ?”, Kulihat wajahnya seperti terengah-engah mengatur nafas,

“Tidak, aku juga kebetulan baru saja datang,” jawabku, kemudian ia duduk disampingku untuk menormalkan nafasnya yang sedikit tersengal sejenak.

“Ini bukunya, maaf telah membuat mu menunggu Donghae-ssi,” ia tersenyum dan menyerahkan buku yang membuat kami bertemu.

“Jangan sungkan, tidak masalah,”  aku segera mengambil buku dari tangannya.

“Yoona-ssi mungkin sebagai ucapan terima kasihku bagaimana kalau kita makan dulu, aku traktir, kuharap kau tak menolak ajakan ku ini ?,”

Aku memberanikannya untuk mengajaknya makan, sebenarnya tujuanku mengajaknya makan agar aku bisa bersamanya lebih lama lagi dan bisa mengenalnya lebih jauh. Aku tidak ingin menyia-nyiakan pertemuan kedua ku dengannya ini hanya menyisakan kesan pertemuan singkat yang biasa.

Dia pun mengangguk “Baiklah”

***

Kami berjalan menyusuri jalan kota yang belum begitu ramai oleh berbagai macam aktivitas.  Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang menelusupkan cahayanya kedalam celah ranting-ranting pepohonan. Menapaki pagi bersama gadis ini, aku bagaikan mendapat pasokan oksigen dua kali lipat dari biasanya.

Berbeda dengan pertemuan pertama kami yang begitu canggung dan banyak diam, kali ini keadaan mulai berbeda menemani perjalanan kami.
Senyum indahnya mewarnai pancaran wajah yang memang sudah bersinar. Terkadang canda tawa menyelingi obrolan kecil diantara kami.

“Jadi nona Im sekarang kau sedang menyusun tugas akhir untuk kuliah mu ?” tanyaku sesaat setelah kami sampai dan telah memesan makanan disebuah kedai sederhana.

“Ne, hanya tinggal sedikit lagi setelah aku lulus nantinya aku akan mencoba mencari pekerjaan”

“Aku harap kau akan lulus dengan nilai yag memuaskan”

“Terima kasih Donghae-ssi” dia tersenyum sungguh sangat manis, aku tak pernah bosan untuk terus melihatnya,

Pertemuan ku denganmu terus membekas dihati ini, tak bisa melepas bayangmu dalam pikiranku, kau selalu hadir dalam benakku. Pertemuan kita, kisah kita akan dimulai saat ini.

Author Side

Terangnya sinar matahari kini telah tergantikan oleh sinar bulan, dan dengan setianya para bintang-bintang ikut memberikan kerlip cahayanya dihamparan langit gelap. Terpaan angin malam menambah kecintaannya yang terjadi pada hari ini. Gadis itu dengan segera memasuki pekarangan rumahnya. Sesampainya ia masuk kerumah, ia disambut oleh seseorang.

Eonni kau baru pulang ?”, tanya sang gadis lain yang sedang menikmati malamnya dengan siaran ditelevisi

“Mmm, kenapa kau belum tidur?, jawab sang kakak kepada adiknya

Sang adik hanya menjawab dengan sebuah tatapan kearah televisi, seolah ia berkata malam ini adalah rutinitasnya untuk menyaksikan sebuah tayangan ditelevisi.

Sang kakak pun ikut mengarahkan pandangannya pada sebuah layar persegi itu, “Kau ini, sudah dewasa tetapi layaknya seperti anak kecil, masih saja menonton kartun itu”

“Dewasa tidak ditentukan oleh apa yang kita tonton eonni” Seohyun menjawab, namun pandangannya masih terfokus oleh acara yang ia tonton.

Gadis itu menuju kearah dapur, ia tuangkan sebuah botol air mineral kedalam gelas, hingga gelas itu terisi sampai setengahnya. Kemudian Ia teguk air itu sampai benar-benar habis menandakan dirinya yang sangat haus. Setelah dirasanya dahaga itu hilang, ia kembali menuju sang adik berada, duduk ikut menikmati siaran televisi yang sedang berlangsung.

Ia terlihat fokus pada layar televisi dihadapannya, namun tidak dengan Seohyun yang terus memandang kearah sang eonni-nya itu dengan wajah yang sangat penasaran. Bagaimana tidak, Yoona terus memasang mimik wajahnya dengan seburat senyum yang mengembang, padahal beberapa detik yang lalu ia baru saja meledek sang adik dengan tontonan sebuah kartunnya tapi sekarang ia justru seolah menikmatinya.

Eonni, kelihatannya kau sangat senang sekali, apa ada hal yang menggembirakan hari ini ?” Seohyun, adik dari sang kakak –Yoona- kini lagi bertanya

“Aku habis bertemu dengan seseorang yang sedikit berjasa untuk menyelesaikan tugas kuliahku,” Wajah berseri Yoona saat menceritakan kejadian pertemuannya dengan Donghae kepada Seohyun.

“Aaaaaaa~~~~~~maksudmu seseorang yang membuat mu hampir berebut buku untuk tugas mu itu ?” terka sang gadis dengan wajahnya yang sedikit penasaran

“Ne, namanya Lee Donghae,” Yoona menjawab, garis senyum tak pernah lepas ia pemerkan pada sang adik.

“Heeeiii, sepertinya eonni menyukai pria itu, iya kan?” Seohyun menggoda Yoona, tatkala gadis itu terlihat berbinar saat menceritakan sosok Lee Doghae.

Yoona menatap sang adik sekilas, “Kau ini, sudah sana kau tidur” perintah sang kakak kepada aiknya.

Seohyun tak lagi fokus pada kartunnya, ia memilih fokus untuk menggoda sang kakak yang menurutnya sedang mengalami perasaan jatuh cinta.

“Wajah eonni mengatakan kalau eonni sedang jatuh cinta pada pria itu, benar kan dugaanku ?”, Seohyun bersikap seolah ia seorang agen rahasia yang mencoba untuk memecahkan kasus.

Molla (tidak tahu)~~~~~” Yoona menjawab dan berlalu menuju kamarnya meninggalkan adiknya yang dibuatnya penasaran.

“Huh dasar” Seohyun memayunkan bibirnya, ia meras kurang puas mendengar jawaban sang kakaknya itu. Seohyun dapat merasakan gelagat jika sang kakak sedang berada dalam pusaran cinta yang penuh dengan warna.

Didalam sebuah kamar dengan nuansa peach itu Yoona masih terus mengingat kejadiaan pagi tadi, dia tidak bisa melupakan pertemuannya dengan Donghae. Yoona terus menerka perasaan apa yang ada didalam dirinya yang telah membuat jantungnya berdebar saat bertemu pria tampan itu.

Ah padahal jika ditelisik lagi Yoona dan Donghae kan hanya bertemu dua kali, secepat itukah perasaan itu muncul. Hei cinta datang tak mengenal waktu bukan, karena cinta tak dapat ditebak kapan ia akan datang dan kepada siapa ia akan berlabuh. Semua mengalir apa adanya.

Apakah Yoona juga memiliki perasaan yang sama terhadap Lee Donghae ? Apakah keduanya merasakan hal yang sama. Itu mungkin saja, bukankah tak ada hal yang tak mungkin terjadi didunia ini.

Mungkin aku jatuh cinta padamu, saat pertama kita bertemu
Maybe i’m falling in love with you, when we first met

-To Be Continued –

Leave your comment

Advertisements

61 thoughts on “When We First Meet [Three-Shoot]

  1. Waaaaah daebak ceritanya keren seru tapi kurang panjang
    Lanjut ya authornim, jangan lama-lama tapi
    Hwaiting !

  2. keren….awal cerita dah bagus
    next yh harus ada perkembangan hubungannya..buruan dipost next part yaa^^

  3. And i falling in love with you(YH)…*haha lebay kumat
    part 1 bguzzz part 2 psti lbh bguzzz huft bkin penasarannn nech,kajja

  4. cinta pd pandangan pertama hmmm so sweet 🙂
    Apa hbgn mrk akan berlanjut smp pacaran who knows, semua indah pd waktunya, di tgg next partnya thor ^^

  5. daebak daebak,jadi ceritanya jatuh cinta pada pandangan pertama nih,sert seru,next part ditunggu ne ^^ fighting

  6. ehemppp…. ciee…. apapun & bagaimana pun ceritanya.. asal YoonHae pasti aq suka…
    tapi alur juga pilih2 sih.. hehehe… FF nya bagus.. suka.. di tunggu next nya…

  7. Wah ff baru nih.
    Daebak ffnya thor.
    Love for the first meet #asikasik

    ditunggu nextnya.
    Fighting.

  8. wiih kreeenn daebak, cinta pada pandngan pertama kekeke awal pertemuan yang menarik .
    lanjut thor nextnya ditnggu 😀

  9. baru baca ffnya tapi sungguh daebak minn..suka banget sm ceritanyaa..next chap lebih panjang ya min .good job buat mimin..mwaa ❤ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: