When We First Meet [Part 2]


Title : When We First Meet [Part 2]

Cast : Lee Donghae – Im YoonA
  Cho Kyuhyun – Seo Joohyun

Author : yoonhaeseokyu

Genre : Romance

Length : Three-Shoot

image

Not sure if you know this

But when we first met

I got so nervous

I couldn’t speak

– Shane Filan ‘Beautiful in White’-

***

©yoonhaeseokyu
Mungkin aku jatuh cinta padamu, saat pertama kita bertemu

Maybe i’m falling in love with you, when we first met

PART 2

– Start –

Hiruk pikuk jalanan mulai ditampakkan saat jarum jam menunjukkan arahnya tepat pada pukul 08.00 pagi, tak sedikit orang-orang kini sibuk berlalu lalang, kota ini sedang manampilkan kesibukan masyarakatnya. Traffic light kini menunjukkan warna merah dan dengan tertibnya kendaraan menghentikan lajunya sejenak, waktunya untuk para pejalan kaki melintasi zebra cross.

Pancaran sinar matahari mengiringi jejak langkah seorang gadis diantara kerumunan puluhan bahkan mungkin ribuan manusia dengan segala kesibukannya masing-masing. Gadis itu menuju sebuah gedung  yang menjulang tinggi disebuah distrik perusahaan-perusahaan besar.

Dengan langkah penuh percaya diri, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam sebuah gedung. Ia telusuri gedung megah itu, kaki jenjangnya terus melangkah.

Hampir sebulan lamanya sejak pertemuan mereka, kedua insan itu terlarut dalam perasaan mereka masing. Terjebak dalam perasaan yang sulit untuk dilupakan. Meskipun pertemuan mereka yang sangat singkat, namun pertemuan tersebut menjadi awal perasaan untuk mereka berdua.

“Baiklah nona Im kau akan mulai bekerja diperusahaan kami esok lusa, “ ucap seorang pria seraya menjabat tangan Yoona,

“Terima kasih tuan saya akan bekerja keras, mohon bimbingannya” Yoona membungkuk memberikan salam hormat kepada pria itu. Kemudian pria tersebut pergi meninggalkan Yoona

Pekerjaan pertama yang Yoona dapat setelah menyelesaikan kuliahnya. Dengan kemampuan akademis yang baik, penampilan yang memukau, serta perilaku yang santun membuat Yoona tak begitu sulit untuk diterima disebuah perusahaan ternama.

Setelah dirasanya urusan dengan bagian personalia selesai, Yoona meninggalkan ruangan tersebut dan berniat untuk mengisi perutnya dengan makanan kesukaannya. Namun bagi Yoona makanan apapun ia akan menyukainya, ia adalah seorang pencinta makanan ternyata.

Saat perjalanannya meninggalkan ruang pertemuan tadi, tanpa sengaja mata indah Yoona menangkap sesosok yang telah mengisi pikirannya akhir-akhir ini. Sesosok pria yang tengah berjalan sambil bercakap ria dengan salah satu staff kantor tersebut. Pria itu terlihat sangat tampan dengan mengenakan kemeja berwarna biru laut –warna favoritnya- tentunya.

Yoona seakan terpaku dengan pesona yang terpancarkan oleh seorang Lee Donghae. Pria itu telah mengusik pikiran Yoona, membuat malam-malam Yoona selalu teringat sosoknya. Jantungnya kembali berdegup dengan cepat manakala pria itu juga ternyata tengah menatap dirinya.

Kedua manik mata mereka saling bertemu, melempar senyum satu sama lain. Disinilah pertemuan ketiga mereka.Sepertinya takdir baik sedang menyapa keduanya.

‘Kita bertemu lagi’ Ungkap Yoona pada dirinya sendiri

‘Jantungku selalu sama, berdegup dengan cepat saat bertemu denganmu’ Donghae berucap pada hatinya saat kedua matanya juga menatap Yoona.

Langkah mereka saling mendekat, mengikis jarak yang tercipta, “Annyeong Haseyo Yoona-ssi” Donghae membuka percakapan

Yoona membungkukkan kepalanya menyapa pria dihadapannya itu “Annyeong Haseyo, Donghae-ssi

“Mmmm, sepertinya segelas coffee cocok untuk hari ini, apa kau mau nona Im ?”

Bagus, Donghae sepertinya kau nampak agresif hari ini, ia langsung mengajak Yoona. Tak apa jika cinta yang dirasa maka kau harus segera bertindak cepat.

“Baiklah..” jawab Yoona menerima ajakan Donghae

Dengan langkah kaki yang seirama mereka menuju tempat yang (masih) berada dibangunan besar itu, memasuki tempat tersebut dan mencari tempat yang dirasa pas untuk melanjutkan obrolan sebelumnya.

“Jadi kau akan bekerja disini ?” tanya Donghae

ne, aku akan bekerja lusa” Yoona meminum coffee lattepesanannya, “lalu kau sedang apa disini Donghae-ssi?” tanya Yoona kemudian.

“Aku? Aku juga bekerja disini” Donghae memandang cangkir coffee dihadapannya. Dengan perasaan ragu-ragu ia memandang kearah gadis dihadapannya.

Yoona tak menyadari bahwa pria dihadapannya ini adalah pemilik perusahaan dimana ia akan bekerja nantinya, Yoona merasa senang mengetahui bahwa Donghae juga bekerja ditempat yang sama dengannya.

‘Sejalan’ dengan Yoona, Donghae juga mengalami hal yang sama, Yoona akan bekerja diperusahaannya, itu berarti ia bisa dengan mudah bertemu gadis ini nantinya. Baiklah, satu jalan telah terbuka untuk keduanya saling dekat satu sama lain.

-When We First Meet-

Perjalanan waktu terus dan terus akan berjalan, getaran hati itu semakin menggebu, semakin kuat perasaan itu muncul dalam hati mereka.

Perasaan yang selalu berbeda saat mereka bertemu, getaran hati yang selalu membuat degup jantung mereka berpacu cepat. Kedua orang itu memang tak pandai dalam menunjukkan bagaimana perasaan mereka sebenarnya.

‘Senyuman mu selalu menggetarkan hatiku,bagaikan candu yang telah mengepung pikiranku.

Aku jatuh cinta padamu’ –Donghae –

‘Selalu hadir dalam bayangan mimpiku, kau membuatku tersipu malu saat berhadapan denganmu. Kau telah masuk kedalam ruang hatiku’ –Yoona –

***

Gadis itu masih ‘bergulat’ dengan setumpuk tugas yang harus ia selesaikan, jari-jarinya seakan tak mengenal lelah mengetikkan kata demi kata pada keyboard yang terletak dimeja kerjanya. Kacamata bulat masih menghiasi lekuk indah wajahnya.

Gelap malam masih belum membuatnya beranjak dari tempatnya. Tampak ruangan itu hampir sudah kosong karena telah ditinggalkan oleh para pemilik-pemiliknya pulang. Yoona terlalu semangat dalam menyambut pekerjaan pertamanya.

“Yoona-ssi jangan pulang terlalu larut, tidak baik seorang gadis pulang larut malam apalagi kalau kau pulang sendiri” Seorang pria memberikan sebuah pesan kepada Yoona.

“ah ne, sebentar lagi juga tugas ku akan selesai sajangnim” Yoona tersenyum membalas.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dahulu Yoona-ssi”, seorang pria bernama Park Joon Ho yang diketahui adalah atasan Yoona. Ya seperti kejadian dua hari yang lalu Yoona telah bekerja diperusahaan YD’s Group.

Ne, selamat malam pak” Yoona berdiri dari tempat duduknya kemudian membungkuk memberi salam pada atasannya itu. Setelah pria itu pergi Yoona kembali melanjutkan tugasnya sebelum ia benar-benar pulang kembali kerumah.

“Kenapa laporan itu harus tertinggal, menyusahkan saja” Sesosok pria berkata pada dirinya sendiri, ia berjalan dilorong yang minim akan pencahayaan sehingga ia nampak seperti bayangan hitam yang sedang bergerak.

Tangannya bergerak membuka knop pintu ruang kerjanya, dan dengan segera ia mengambil sebuah map yang terletak diatas meja kerjanya itu. Setelah ia mendapatkan sebuah map yang ia maksud, lalu ia bergegas pergi meninggalkan ruangan itu.

Dilain tempat Yoona telah menyelesaikan pekerjaannya, segera ia matikan komputer yang telah membuatnya pulang larut malam ini, lalu diambilnya tas berwarna hitam yang terletak dimejanya kemudian pergi meninggalkan ruangan yang telah menyisakan dirinya seorang.

Yoona berjalan menyusuri lorong kantor yang telah tampak sepi, terkadang ia menengokkan kepalanya kebelakang. Perasaan takut menghinggapinya, saat suara langkah terdengar ditelinganya. Jelas ia merasa was-was, ia kan baru pertama kali berada dibangunan itu sampai selarut ini.

Sekilas ia melihat sesosok bayangan hitam menghampirinya, secepat mungkin ia berjalan menuju lift. Bayangan itu terus mendekat kearah lift, hingga akhirnya..

“aaaaa~~~hantu!!!!!!” teriak Yoona sambil memejamkan matanya memecah keheninangan malam yang cukup mencekam menurutnya.

“Yoona-ssi, gwenchanayo dimana ada hantu?”, Donghae mengedarkan pandangannya kesetiap arah. Ternyata bukan hantu melainkan sesosok Lee Donghae, yang benar saja Yoona, pria setampan itu kau kira hantu.

Yoona yang masih terkejut akhirnya membuka mata dan ia mendapati Donghae ada dihadapannya saat ini, “Donghae-ssi bukankah tadi?”, Yoona menunjuk kearah dimana ia melihat sosok bayangan hitam yang tadi mendekatinya, dan sepertinya ia mengira sosok yang baru saja ia lihat adalah sesosok makhluk yang menyeramkan.

Tampak Donghae berpikir sejenak, “Jadi kau mengira aku ini hantu?”, Donghae bertanya dengan sedikit menahan tawanya.

Memang digedung itu penerangan hanya tampak jelas pada sekitaran lift saja jadi tidak mengherankan jika sosok Donghae hanya tampak seperti bayangan hitam saja, didukung oleh penampilan Donghae saat ini yang memakai cardigan panjang berwarna biru gelap.

Suara dentingan pintu lift memecahkan keheningan malam, pintu lift segera terbuka namun tak menampakkan seorang pun didalamnya. Segera Donghae dan Yoona memasuki lift yang hanya dihuni oleh mereka berdua, kemudian lift bergerak menuju lantai dasar.

“Apa kau baru akan pulang ?”, tanya Donghae

Yoona yang menunduk merasa bersalah ketika ia mengira bahwa sosok Donghae adalah hantu. Yoona tak berani menatap kearah pria itu, “Ne, mmm sebelumnya maafkan atas tindakanku tadi, aku tidak bermaksud untuk…”, Yoona belum sempat untuk menyelesaikan pembicaraannya.

“Tidak apa-apa, ingin pulang bersama ?” Donghae menawarkan sebuah ajakan kepada Yoona.

“Aah tidak usah, akan sangat merepotkan untukmu” Yoona menjawabnya dengan sedikit kikuk.

Sejujurnya ia sangat ingin ‘menumpang’ dengan Donghae, namun tindakan yang menurutnya memalukan tadi membuatnya tak enak hati menerima ajakan pria itu. Lantas ia tolak halus ajakan Donghae.

“Sangat tidak baik jika seorang gadis berjalan seorang diri dimalam seperti ini” Donghae mencoba meyakinkan Yoona untuk menerima ajakannya.

Suara dentingan lift menghentikan sedikit perdebatan ajakan diantara keduanya. Lift itu telah sampai pada lantai dasar, membawa kedua manusia itu untuk segera keluar setelah pintu lift terbuka. Tak seperti dilantai sebelumnya dimana terjadi insiden ‘berhantu’ dilantai dasar gedung kantor ini justru penerangan masih lebih baik. Lampu-lampu masih banyak yang menyala dan masih ada sedikit orang yang berlalu lalang meskipun tidak banyak.

Salah satu pintu mobil itu terbuka, menampakkan sesosok gadis yang akan turun dari mobil yang ditumpanginya. “Terima kasih Donghae-ssi, apa kau ingin mampir dahulu ?” tanya Yoona dengan menengok kejendela mobil.

“Kau tidak perlu memanggil ku seformal itu, dan sepertinya lain kali saja, ini sudah cukup malam” Donghae masih berada dibalik kemudi dalam mobil itu.

Yoona mengangguk, “Terima kasih kau sudah mengantarku” Yoona mengucapkan dengan tersipu malu. Meskipun dalam cahaya yang kurang begitu terang, namun raut wajahnya begitu terlihat.

Donghae yang melihatnya pun juga melakukan hal yang sama, tersenyum untuk sang gadis pujaan, “Mmm, kalau begitu selamat malam”

Lagi dan lagi keduanya hanya mampu menampilkan senyuman, malam yang begitu indah dan nampak bulan diatas langit pun seolah tersenyum menyaksikan keduanya dari atas sana. Baiklah satu langkah kemajuan ditunjukkan oleh keduanya.

***

Sisi jalan kota Seoul tak pernah sepi oleh para pejalan kaki, ditengah aktivitas yang padat seolah para pejalan kaki itu ingin menikmati suasana kota tercintanya. Begitu terasa menyejukkan dengan udara yang masih terasa dingin. Bangunan besar ditengah kota menambah kesan bahwa kota ini tak akan pernah sepi menunjukkan geliat kesibukkan masyarakatnya.

Beruntung ditengah bangunan besar nan megah itu masih terdapat tumbuhan hijau yang siap memanjakan mata dan menyegarkan pikiran. Namun pagi ini cahaya matahari tak nampak dilangit kota, awan mendung menyelimuti langit kota. Sudah beberapa hari ini hujan terus turun membasih kota Seoul.

Seorang gadis cantik berjalan menyusuri trotoar jalanan panjang itu. Dengan blazer hitam yang dipadupadankan dengan kaos berwarna putih gadis itu berjalan dengan penuh percaya diri ditengah keramaian. Sesekali ia membenarkan tali tas yang menggantung dipundaknya agar lebih nyaman.

Namun tiba-tiba …

“Yaaaa !!!!!”

Sebuah genangan air sukses mendarat dipakaiannya akibat cipratan sebuah mobil yang melaju. Noda berwarna coklat kini menghiasi pakaiannya. Seohyun, gadis itu berteriak kearah mobil, namun sang pengemudi seolah mengabaikann teriakannya. Ia hanya menolehkan kepalanya keluar tanpa berniat keluar turun dari mobil.

“Maaf agasshi, aku sedang buru-buru”

“Yaaa!!! Dasar pengemudi tak tahu diri. Apa ia tak merasa bersalah pergi begitu saja setelah bajuku terciprat karena mobilnya. Huuuh” Seohyun menggerutu dengan membersihkan noda yang melekat pada pakaiannya.

“Awas saja kalau sampai bertemu, akan ku habisi kau” Seohyun menggeretu atas tindakan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dikenalnya itu. Namun satu hal yang dilakukan seohyun, ia terus mengingat wajah sang ‘pelaku’ agar nanti jika ia bertemu ia akan melakukan tindakan pada orang itu. Mungkin seperti balas dendam atau semacamnya.

Tak lama setelah insiden itu Seohyun segera mencari cafe terdekat sekedar untuk membersihkan pakaiannya. Hujan yang turun juga membuat Seohyun harus berteduh di cafe itu, sejenak untuk berteduh juga. Setelah pesanan chocolate hangat yang ia pesan  tiba, ia bergegas mencari sebuah tempat untuk menikmatinya ditengah cuaca yang mulai dingin.

Suasana cukup ramai meskipun hari itu belum memasuki jam makan siang. Seohyun masih sibuk membersihkan pakaiannya yang kotor,

“Kau tahu, akibat kau memintaku datang kesini dengan cepat, mobilku ini tak sengaja menyipratkan air kepada seorang gadis” Kyuhyun bercerita dengan wajah ya bisa dibilang kesal namun masih ada sedikit, sedikit rasa bersalah.

“Lalu ?”

“Lalu, kau bilang ? Tentu saja gadis itu marah-marah padaku. Ah mungkin jika aku menghampirinya tadi aku sudah habis dicaci maki olehnya”

Sang lawan bicara hanya tersenyum, kejadian yang menimpa sahabatnya itu begitu lucu. Begitu menurutnya saat ini, mungkin karena ekspresi wajah sang sahabatnya saat bercerita.

“Kau ini tidak gentle, seharusnya kau kan bertanggung jawab”

“Hal itu akan terjadi jika kau tak menyuruhku cepat-cepat mengantarkan dokumen mu ini” Kyuhyun sedikit menyolotkan matanya, menyalahkan sahabatnya mungkin yang saat ini tengah Kyuhyun lakukan.

Pembicaraan mereka begitu menarik perhatian Seohyun. Ia menolehkan kepalanya melihat dua orang pria yang sedang asyik bercerita. Ia nampak terkejut oleh salah satu dari pria tersebut. Ternyata Seohyun masih hafal dengan wajah sang ‘pelaku’ pencipratan tadi. Seohyun kau mempunyai ingatan yang sangat baik.

“Kau…” Seohyun menunjukkan jarinya kepada pria yang telah membuat pakaiannya itu terkena cipratan genangan air. Seohyun benar-benar mengingat wajah orang itu rupanya.

Kedua pria itu nampak bingung oleh ucapan Seohyun yang begitu emosi secara tiba-tiba. Masing-masing dari mereka adalah Kyuhyun dan Donghae yang salah satu dari mereka adalah sang pelaku yang Seohyun maksud.

“Bukankah kau pria yang tadi mobilnya menyipratkan air kebajuku”

“Aku ?” Kyuhyun menunjuk kearah dirinya sendiri

Seohyun berpikir apakah pria ini berpura-pura amnesia atau bagaimana, bayangkan saja belum sampai 5 menit ia bercerita kepada Donghae tentang insiden tadi masa ia sudah lupa. Jelas-jelas sang korban kini sedang menangkap basah dirinya. Masih tidak mau mengaku juga.

“Tentu saja, siapa lagi” Ucap Seohyun ketus.

Donghae yang melihatnya pun hanya dibuat bingung, jelas saja ia bahkan tak melihat kejadian yang sebenarnya. Berulang kali Donghae melihat kearah Kyuhyun, kemudian Seohyun lalu Kyuhyun lagi saat keduanya sedang beradu argumentasi.

Kyuhyun berpikir sejenak, mungkin ia sedang mengingat wajah seseorang yang tak sengaja terciprat air oleh mobilnya. Nah jelas sekarang ia sudah mulai ingat.

“Aku..aku kan tidak sengaja. Lagipula saat itu aku sedang terburu-buru nona, jadi aku tidak melihat keadaan saat itu. Salahkan saja orang ini, dia yang telah membuatku mengendarai mobil dengan terburu-buru.

Donghae nampak terkejut saat dirinya ditunjuk oleh Kyuhyun, sepertinya Kyuhyun ingin menjadikan Donghae sebagai kambing hitam atas masalah ini. Kyuhyun, kau ini benar-benar pencari masalah. Jika kalian dapat melihat ekspresi Donghae saat ini, bisa dikatakan jika pria ini ingin segera menerkam wajah sahabatnya itu.

Situasi pun semakin panas ditengah hujan yang semakin deras. Tiga orang yang saling berdebat saling menyalahkan, benar-benar manusia itu memang hanya bisa saling menyalahkan.

“Kenapa jadi aku yang disalahkan ?”

“Sudahlah bantu aku kali ini” Kyuhyun berbisik kearah Donghae, meminta perlindungan pada sahabatnya itu.

Seohyun yang melihat mereka pun menjadi kesal dibuatnya, ‘Mengapa jadi mereka yang berdebat’ suara Seohyun begitu pelan sehingga kedua sahabat itu pun tak mendengar apa yang Seohyun katakan.

“Hentikan, kenapa jadi kalian yang berdebat. Hei tuan cepat kau bersihkan bajuku ini” Seohyun memerintahkan Kyuhyun untuk membersihkan pakaiannya. Gadis pemberani, Seohyun melepaskan blazernya yang nampak kotor itu dan memberikannya kepada Kyuhyun yang masih terduduk manis ditempatnya.

“Seenaknya saja kau menyuruhku, hei nona aku kan ..” Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan pembelaannya, tiba-tiba sebuah suara mengalihkan pandangan gadis itu.

“Seohyun-ah”

Ucapan Kyuhyun terhenti saat seorang gadis cantik datang memanggil nama Seohyun begitu ia memasuki cafe.

Eonni, ” Seohyun menengok kearah seseorang yang memanggil namanya.

Donghae dan Kyuhyun dibuat terkejut oleh datangnya Yoona, ya Yoona sang penolong Seohyun. Ia membawa pakaian ganti untuk Seohyun saat itu setelah ia mendapati sebuah pesan dari adiknya itu.

Ah mungkin diralat, sebenarnya yang terkejut hanya Donghae saja, karena Kyuhyun tak mengenal Yoona sebelumnya, berbeda dengan Donghae yang melihat kedatangan gadis yang langsung membuatnya senyum merekah.

“Ini cepatlah ganti pakaian mu dahulu” Perintah Yoona yang langsung disambut oleh adiknya itu. Seohyun melangkah dengan membawa sebuah tas yang berisikan pakaian yang sengaja dibawakan oleh kakaknya.

Eonni, tolong jaga mereka ya, terutama pria ini. Jangan sampai ia kabur sebelum bertanggung jawab atas perbuatannya itu” Seru Seohyun dengan menunjuk kearah Kyuhyun.

Seperginya Seohyun, Yoona menatap kearah dua pria itu, ia pun sama terkejutnya dengan Donghae. Mendapati laki-laki itu dihadapannya (lagi), seperti seorang remaja saja keduanya tersipu malu saat menatap wajah satu sama lain.

“Maafkan adikku ya” tutur Yoona dengan lembut.

“Kau kakaknya ? Mengapa tidak mirip, sifat kalian itu sangat berbeda sekali ?”  Kyuhyun tak percaya jika Yoona dan Seohyun itu adalah kakak-beradik. Dalam pikirnya sang kakak –Yoona- yang penuh dengan kelembutan dan sopan santun, sedangkan adiknya itu … ah memikirkannya pun Kyuhyun sudah malas.

Tak lama perbincangan mereka berlangsung, Seohyun telah kembali dengan tampilannya yang baru. Setelannya telah terganti oleh pakaian yang dibawakan oleh kakaknya. Ia menatap sinis kepada dua orang lelaki dihadapannya. Lalu Seohyun pun segera membereskan peralatannya sebelum dirinya beranjak pergi meninggalkan tempat itu.

“Ah sekali lagi aku minta maaf atas tindakan adikku ya Donghae-ah dan …” Yoona belum menyelesaikan ucapannya, ia bingung karena tidak mengetahui siapa nama sahabat Donghae itu.

“Kyuhyun, namaku Cho Kyuhyun”

“Ah iya, Kyuhyun-ssi. Kalau begitu kami permisi dahulu” Yoona segera beranjak, namun Seohyun nampaknya tertarik oleh perkataan kakaknya tadi. Ia ingat sebuah nama yang pernah diucapkan kakaknya malam itu, sebuah nama yang membuat kakaknya nampak berbinar jika menceritakannya.

Baguslah Seohyun, kemampuan daya ingat mu memang sangat luar biasa.

“Jadi kau yang bernama Lee Donghae ?” Seohyun menatap kearah Donghae, dan Donghae pun mengangguk menjawab pertanyaan Seohyun. Kemudian Seohyun pun mendekat kearah Donghae, mau apa sebenarnya Seohyun itu berani-beraninya ia mendekati lelaki yang disukai oleh kakanya itu.

“Kau tahu, kakak ku itu sepertinya jatuh cinta padamu” Seohyun berbisik kepada Donghae, hanya mereka (Seohyun dan Donghae) yang bisa mendengar. Sedangkan Kyuhyun dan Yoona pun hanya menatapnya dengan bingung, mereka terlihat begitu penasaran dengan apa yang telah dibisikkan oleh Seohyun.

Eonni, ayo kita pergi”

Dengan segera Seohyun menggandeng tangan Yoona dan mereka keluar meninggalkan tempat, saat itu pula Yoona mencuri pandang kearah Donghae. Sekilas tatapan mereka saling bertemu, tersenyum melalui pandangan kedua mata mereka. Kedua mata mereka seolah berbicara mengatakan sesuatu.

“Hei siapa gadis itu, mengapa kau menatapnya seperti itu ?” Kyuhyun menyikut lengan sahabatnya saat melihat Donghae yang terus menatap kepergian Yoona.

“Kyuhyun-ah gadis itu …”

Kyuhyun hanya menatap Donghae dengan tatapan bingung, siapa dari dua diantara gadis itu yang Donghae maksud.

“Siapa ? Kakaknya atau adiknya ? Kyuhyun bertanya

“Yoona, saat bertemu gadis itu jantungku berdebar sangat cepat” Kemudian Donghae tersadar dan menatap Kyuhyun.

“Kau dengan adiknya saja, kurasa kalian berdua itu cocok” Ucapan Donghae terdengar seperti sebuah sindiran untuk Kyuhyun.

“Ah tidak tidak, gadis itu membuat ku gila”

Donghae tertawa saat mendengar perkataan sahabatnya itu, kemudian ia merangkul pundak Kyuhyun “Ayo kita kembali kekantor, pekerjaan kita masih banyak. Apalagi kau, mendapatkan jatah lembur untuk mencuci pakaian gadis itu”

“Kau ini” Kyuhyun membalas rangkulan pundak Donghae, lalu keduanya pergi meninggalkan cafe kembali menuju kantor dan menyelesaikan pekerjaan mereka yang sempat tertunda.

-When We First Meet-

Hari demi hari telah berlalu dengan indah, pergantian siang dan malam seolah lebih cepat dari biasanya. Jika seorang sedang jatuh cinta, maka semuanya pun akan terasa lebih cepat berlalu.

Hari-hari dilalui Yoona sebagai pegawai baru diperusahaan besar itu, begitu pun Donghae yang sibuk dengan dokumen yang harus ia hadapi hampir setiap hari.  Tak jarang Donghae selalu menawarkan kursi mobilnya untuk mengantarkan Yoona pulang. Tak jarang pula keduanya sering menghabiskan malam sehabis menyelesaikan pekerjaannya untuk makan jajanan kaki lima disebuah kedai didaerah Insa Dong.

Toppoki adalah salah satu jenis makanan yang sering mereka beli. Kue beras yang direbus dalam kuah kental yang panas dan pedas sangat cocok bila disantap saat malam-malam dingin seperti ini. Makanan itu dijual diatas sebuah gerobak sederhana.

Canda tawa itu semakin sering hadir menghiasi raut wajah mereka, cerita manis yang sedang mereka ciptakan bagaikan sebuah gulali yang selalu terasa manis jika dirasakan. Dekat, semakin dekat perasaan itu.

Sampai pada hari itu, suatu hari dimana semua perasaan itu akhirnya terungkap jelas. Menyatakan apa yang dirasa, Donghae mengutarakan perasaannya kepada Yoona. Perasaan cinta itu sudah tak dapat terbendung lagi, meluap dan akhirnya terucaplah kata itu.

“Aku, mencintaimu”

Satu kalimat itu terlontar oleh seorang pria dengan lantangnya dan tanpa ragu ia mengatakannya, sedangkan wanita dihadapannya cukup memberikan senyuman dan anggukkan kepala sebagai tanda pernyataan pria itu. Terkejut sekaligus bahagia menghinggapi ruang lingkup hatinya.

Tak perlu banyak kata, hanya basa tubuh yang dapat mereka utarakan. Perlahan namun pasti, kedua mata itu saling menatap lekat satu sama lain. Terpancar sinar cinta didalam mata itu, seolah mentransfer perasaan kedua hati mereka.

Satu ciuman manis dibawah sinar bulan dan bintang sebagai saksi perasaan cinta keduanya. Malam begitu indah dari malam-malam indah sebelumnya. Pertemuan cinta dua insan yang dimabuk asmara.

***

Langit malam bertaburkan bintang, semilir angin seakan menambah kesejukkan, gemerlap lampu-lampu kota memantulkan cahayanya pada air sungai yang mengalir dengan tenangnya. Meskipun matahari sudah kembali keperaduannya namun hilir mudik manusia masih begitu ramai.

Kota Seoul seakan tak pernah berhenti memamerkan kesibukannya, bahkan sampai saat inipun jantung kota itu masih terus sibuk dengan segala aktivitasnya. Kota itu tak pernah sepi barang sedetik saja.

Kita alihkan sejenak kesibukkan kota Seoul, dan beralih pada salah satu pasangan yang sedang menikmati semilirnya angin. Keduanya menatap kearah sungai, suasana beberapa menit lalu masih hening hingga akhirnya pria itu membuka suara.

“Apa kau senang?”

Gadis disampingnya itu mengangguk dan menjawab “Mmm, tentu saja ”

Donghae, lelaki itu memberikan sebotol air mineral untuk gadisnya.

Kini perasaan cinta mereka telah menemukan pelabuhannya.

Salah satu bintang bersinar paling terang, sepertinya bintang itu ikut merasakan kebahagian yang tengah mereka rasakan.

-When We First Meet-

“Terima kasih banyak, semoga rencana kita dapat berjalan dengan baik”, salah satu dari kedua orang itu menjulurkan tangannya mencoba untuk berjabat tangan tanda sebuah persetujuan telah disepakati keduanya.

Satu orang lainnya pun membalas, “Aku harap juga begitu, sepertinya aku sudah tak sabar menanti hari itu tiba”
Keduanya saling melempar senyum kepuasaan.

***

Eomma, aku tidak mau menerima rencana ini, aku mencintai gadis lain!” Seperti sebuah teriakan, seorang pria mencoba untuk menolak apa yang ibunya katakan.

“Tidak ada penolakan, kau harus tetap mengikuti apa kata eomma!”

“Tapi….”

Seolah badai tiba-tiba menghampiri pelabuhan cinta mereka, gemuruh suasana hati menghinggapi hati lelaki itu. Apakah pelabuhan cinta mereka dapat bertahan saat badai datang, apa yang sebenarnya terjadi.

Suatu kehidupan siapa yang bisa menebak akan berakhir seperti apa, semuanya mengalir apa adanya. Pahit dan manis adalah bumbu dalam suatu kehidupan, dan tentu saja kita harus merasakan setiap bumbu yang telah Tuhan ciptakan.

-To Be Continue-

-When We First Meet-

Bagaimana, ceritanya semakin anehkah ? Tentu saja ^_^
Mohon maaf kalau ceritanya tidak sesuai yang kalian harapkan, inilah hasilnya apa adanya.

See U in next part ^_^

Advertisements

58 thoughts on “When We First Meet [Part 2]

  1. akhirnya YoonHae pacaran, stlh sblmnya cm curi2 pandang,,
    Tp baru aja mrk merasakan manisnya cinta mrk knp harus ada penghalang, berharap ff ini berakhir happyending buat YoonHae, next part jgn lama2 thor, gomawo 🙂

  2. Jangan dijodohin dong kasian yoongnya 😦
    Semoga eomma hae ga jadi jodohin hae tapi kalau dijodohin juga sama yoong aja
    Lanjut yaaa, jangan lama-lama tapinya hehe
    Hwaiting !

  3. yaaa di jodohin….
    tapi gpp…. yg penting happy ending… jangan sad ending… kasian.kalo sad ending….

  4. Hae oppa mo di jodohin???Andweeeeeee!!!!!
    Jgn donk eomma kasian yoongie
    janjji y thor HappyEnding*puppyeyes

  5. Kalok donghae dijodohin mudah”an cewek itu yoona ya thor :p 😀
    buat seokyu bersatu ya thor keke~
    Cepet dilanjut yaa
    Palli ^_^

  6. Dari kata2 terakhirnya si ane yakinnya donghae dijodohin ne,, huahhhh
    Kalo dijodohin trus gmna ma yoong eon????
    Buat happy ending ya thorrrr..

  7. Apa donghae akan dijodohkan??
    sma syapa??
    aq hrap org ketiga yg mengganggu hbngn donghae itu OC,aq lbih ska gtu ktimbng hrus jessica atau member snsd yg lain ny!!hee,,
    cpat dilnjtkan yah!!
    ditunggu,,

  8. wah, jgn sampe donghae dijodohkan kasian yoona author..hehe
    thank you uda buat lanjutan nya, i like that story.
    ditunggu next part nya secepatnya..hehe
    YOONHAE JJANG

  9. donghae boleh dijodohin asal sama yoona.kalau yang lain gk boleh#maksa
    Next part ditunggu 🙂

  10. Aigooo..pdhal td udh senyum2 mnis breng yoonhae..kok hae eomma maksa sih =.=
    seo ma yoona ktukar peran tuh hahaha XD
    nextt…smoga endingnya memuaskan^^

  11. Apakah yang dijodohkan itu donghae oppa?
    Huaaaaaa gawat nih.

    Next ditunggu.
    Fighting.

  12. Apakah yang dijodohkan itu donghae oppa?
    Huaaaaaa gawat nih.

    Next ditunggu.
    Fighting..

  13. s’pa yG d jdohn…? apa iTu dongae yG d jdOhn…!? kLo iya gMn nasib yoona…!? dtnggu part sLnjut’y

  14. kl baca ff yoonhae kebanyakan hae’a suka d jodohinnnn
    yg ini pun gelagatnya seperti itu
    tp mudah2an happy ending ya?
    aku lanjuuttt bacaaaaaaaaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: