The Story: Forgotten


Title : The Story: Forgotten
Cast : Lee Donghae
Im YoonA
Other Cast : Cho Kyuhyun
Seo Joohyun
Genre : Romance, Friendship, Sad
Disclamair : This is the 4th story, I hope you enjoy with this story.

©yoonhaeseokyu

**********************************************************************************
Previous
The Story: Late
The Story: Flashback
The Story: Hate

Before The Story: Hate
Kesalahan dimasa lalu yang tak dapat diterima dimasa kini membuatnya merasakan kebencian yang seolah terus membeka duka lara.
Bukankah setiap manusia pernah melakukan suatu kesalahan, dan sekarang dapatkah kita menerima kesalahan dan memaafkan kesalahan tersebut serta menjadikanya sebagai pembalajaran hidup dan meraih kebahagian.

-START-
Semenjak kejadian itu, semenjak kedua mata itu saling bertemu, saat jiwa raga kembali bertemu dan saat kepingan hati mulai mencari pasangannya, saat itu pula perasaan itu semakin tak terkendali, mencoba memberontak menepis perbedaan yang ada.
Namun tetap tak bisa, perasaan dan tindakan itu seolah sedang berjalan pada kedua sisi yang berbeda. Kenyataan yang harus dihadapi, mungkinkah keduanya dapat kembali seiring menapaki jalan waktu yang terus bergerak tak menentu.
Kemungkinan akan selalu ada pada sisi ‘Ya atau Tidak’
Pilihan yang tercipta oleh keadaan dan selanjutnya kita lah yang pada akhinya akan menentukan. Berjalan pada sisi Ya atau memilih untuk berani berjalan diatas kata Tidak.
Jangan lupakan pula dalam setiap pilihan akan ada resiko yang siap menyambut. Jadi berpikirlah sebelum kau menentukan pilihan apa yang ingin kau pilih.

—-
Keduanya kembali pada kebimbangan dalam hati, tak berani berkata jujur itu lah yang tertangkap oleh keduanya. Oh ayolah tak bisakah kalian mengatakan yang sejujurnya dan masalah ini akan terselesaikan dengan mudah. Tapi hidup ini tak semudah apa yang dibayangkan, ada kalanya hati dan fikiran tak sejalan, berbeda arah tak saling beriringan.
Semua ini terlalu mendadak bagi keduanya, mungkin saja waktu dapat membantu mereka menyesuaikan keadaan seperti ini. Mungkin saja waktu yang akan terus berlalu dapat membuat mereka kembali seperti semula atau tidak sama sekali.
Berbeda dengan mereka yang sedang berada dalam jurang keterpurukan, kedua sejoli ini justru sedang merasakan langit yang dikelilingi bunga-bunga yang bermekaran. Hidup selalu menampilkan dua buah sisi bagaikan langit dan bumi, hitam dan putih, sedih atau bahagia, mungkin juga cinta atau nestapa.
Begitu banyak potongan puzzle yang belum terbuka dan harus disusun agar rangkaiannya dapat terlihat sempurna. Sama seperti kepingan hati kedua manusia itu, harus segera dirangkai agar tak terlalu lama terpendam dan akhirnya terlambat untuk disatukan. Mengabaikannya begitu saja tak akan membuatnya selesai begitu saja.

Bagaikan bunga yang sedang bermekaran ditaman, begitu banyak warna yang tercipta. Menghiasi kelopak dan menjadikannya lebih indah.
Kyuhyun bersandar pada salah satu sisi mobil hitamnya, ia nampak begitu tampan dibawah sinar rembulan dan kerlipan bintang. Tangannya terlipat di bagian dadanya serta sepatu yang terus ia ketukkan ditanah yang sedang ia pijaki. Tak sabar ia menunggu ‘bidadari’nya untuk segera datang, serta pandangannya yang terus menatap kebawah memainkan kakinya dengan bebatun kecil.
Disebuah apartemen yang sederhana, gadis itu nampak cantik dengan balutan dress berwarna putih. Rambut panjangnya sengaja ia ikat agar terlihat lebih sederhana. Ia melihat jam yang tergantung didinding kamarnya, dan ia segera menyelesaikan sentuhan terakhirnya.
“Ah, sudah waktunya. Mungkin dia sudah datang”
Seohyun segera mengambil tas kecil lalu keluar kamar. Saat Seohyun hendak ingin menuju pintu ia melihat Yoona, sahabatnya itu terlihat sedang menikmati sebuah acara yang sedang ditampilkan pada layar LCD TV.
“Yoona-ah aku keluar sebentar ya”
Yoona mengalihkan pandangannya melihat Seohyun, “kau mau kemana ? Pakaian mu rapih sekali ?”
“Aku dan Kyuhyun oppa ingin …..” Seohyun tak enak hati mengungkapkan alasannya, sebenarnya ia tak tega meninggalkan sahabatnya itu seorang diri di apartemen yang mereka tempati berdua.
“Kau ingin pergi kencan ya ?” Yoona menebak dengan melihat penampilan Seohyun yang nampak berbeda.
“Pergilah, dan selamat bersenang-senang” Yoona kembali berbicara yang membuat hati Seohyun sedikit lega. Ia mengulum senyum melihat Seohyun mengungkapkan maksudnya barusan.
Seohyun tersipu malu mendengar ucapan yang dilontarkan sahabatnya itu, namun segera ia pergi meninggalkan Yoona sendiri. Apartemennya berada dilantai dua, ia hanya perlu menuruni tangga untuk sampai kelantai dasar.
Seohyun dapat melihat Kyuhyun yang mungkin sudah sedikit bosan menunggunya. Seohyun berjalan perlahan menghampiri Kyuhyun yang masih sedari tadi menunduk, sampai pada akhirnya Kyuhyun dapat menangkap kaki Seohyun. Kemudian pandangan Kyuhyun sedikit terarah, mulai dari bagian bawah kaki dan terhenti tepat diwajah Seohyun.
Bidadarinya sudah datang malam ini, dan ia siap untuk membawanya pergi. Pergi melintasi cakrawala dunia, membelah jagat raya malam nan eksotis
Keadaan saat ini begitu canggung tercipta didalam sebuah mobil, keduanya fokus dengan keadaan malam. Namun sesekali keduanya saling mencuri pandang untuk melihat satu sama lain. Ah, semoga perjalanan ini lekas sampai dan kecanggungan segera berakhir.

Gedung theater dengan segala kerlap-kerlip cahaya lampu nan indah menyambut kedatangan Kyuhyun dan Seohyun. Terlihat penjaga keamanan ditempatkan disegala sudut-sudut tempat ini, acara malam ini memang dihadiri oleh orang-orang yang notabennya adalah seseorang yang mempunyai kedudukan penting. Jadi pantas saja jika para penjaga telah siap mengamankan tempat ini.
Bagaikan sebuah acara fashion show, banyak dari mereka menampilkan pakaian yang begitu cantik dan berkelas. Pria-pria berjas dan para wanita dengan gaun berbagai model menghiasi tempat acara berlangsung, sungguh pemandangan yang menyegarkan mata jika boleh dikatakan.
Nampak mereka akan memasuki area theater dengan Kyuhyun memegang dua buah tiket yang ia serahkan kepada penjaga tiket didepan pintu masuk. Sang penjaga tiket tengah mengecek tiket yang sekarang ia pegang, lalu kembali menyerahkannya kepada Kyuhyun. Tak lupa penjaga itu mengatakan “Kekasih anda sangat cantik tuan” yang bisa dikatakan sedikit berbisik.
Kyuhyun pun tersanjung, namun gadis yang ia bawa bukanlah kekasihnya saat ini, mungkin akan menjadi kekasihnya nanti. Seohyun yang mendengarnya pun hanya tersipu malu, senyuman diwajahnya semakin membuatnya nampak bersinar dibawah cahaya lampu redup ruangan itu.
Kyuhyun dan Seohyun mulai memasuki area theater, menempati tempat duduk dideretan tengah sangat tepat untuk menyaksikan pertunjukkan malam ini. Menyaksikan para aktor dan aktris berlaga memainkan peran, bernyanyi dan menari sebagai pelengkap pertunjukkan malam itu.
Raut wajah itu terlihat begitu menikmati suasana didalam theater yang bisa dibilang cukup luas dan nyaman. Dengan serius namun santai terpancar dari keduanya, sesekali mereka membahas adegan yang ditampilkan secara langusung dari atas panggung. Entah itu peran, nyanyian atapun tarian yang begitu memakau.
Sampai pada akhir pertunjukkan, para pemain tampak berjejer rapi lalu membungkukkan tubuh mereka, memberikan ucapan terimakasih karena telah menyaksikan pertunjukkan mereka malam ini. Mereka sangat menikmati pertunjukkan hingga usai. Sesaat itu pula lampu menderang menerangi theater, pertanda bahwa pertunjukkan benar-benar usai.
Seiring dengan para pemain yang telah kembali ke belakang panggung, para penonton pun kini satu persatu mulai meninggalkan theater pertunjukkan. Raut wajah yang ditampilkan dari para penonton menandakan pertunjukkan itu sukses dipentaskan. Rasa kagum serta puas menghiasi wajah para penonton yang hadir. Banyak dari mereka berkomentar mengenai pertunjukkan yang disuguhkan selama kurang lebih 2 jam itu. Mulai dari akting, kostum sampai adegan-adegan yang menurut mereka menarik.
Tak luput juga oleh Seohyun dan Kyuhyun yang setelah pertunjukkan berakhir mereka lebih memilih untuk menuju sebuah kedai ditaman yang tak jauh dari gedung pertunjukkan. Mereka sedikit membahas apa yang menarik selama pertunjukkan tadi.
Pernahkah kalian mendengar bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta, apapun yang dilakukan akan terasa menarik, meskipun itu adalah kegiatan yang bagi orang lain sangat membosankan. Rasanya suasana itu tengah dirasakan keduanya, sekilas obrolah mereka adalah obrolan yang terasa membosankan, apa tak ada obrolan menarik lainnya.
Setelah terlibat dalam perbincangan yang cukup menarik, sepertinya keduanya sudah cukup sadar bahwa malam kian larut. Mereka memutuskan untuk kembali pulang. Kyuhyun kembali membukakan pintu mobil untuk Seohyun. Dan keduanya pun menikmati perjalanan malam itu dengan diiringi selingan canda.

Sudah kukatakan bahwa, jika cintamu tak ingin pergi maka katakanlah sebelum semuanya terlambat, sebelum ia pergi meninggalkanmu. Katakanlah meskipun itu bukan dengan serangkaian kata-kata manis, katakanlah dengan bahasa tubuh yang kau dapat tunjukkan kepadanya. Karena cinta bukanlah hanya sebatas rangkaian kata, namun cinta adalah sesuatu yang dapat kau rasakan keberadaannya.
Hal itulah yang ingin ia sampaikan kepada Seohyun, mengungkapkan semuanya. Perasaan yang ada dalam hatinya, ia ingin Seohyun mengetahuinya. Lebih baik mengatakan apa yang dirasa sekalipun balasan yang akan diterima tak sesuai dengan apa yang diinginkan. Setidaknya kau sudah mengungkapkan apa yang ada dalam hati mu, itu jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya memendamnya saja.
Gemerlip bintang dilangit seakan menjadi saksi pernyataan itu, saksi bisu bagi seorang pemuda yang memiliki segenap cinta yang akan ia berikan untuk seorang gadis dihadapannya saat ini. Keduanya turun dari mobil dalam keadaan yang sedikit canggung, mungkin mereka bingung ucapan perpisahan apa yang dirasa pas untuk malam ini.
“Baiklah, Kyuhyun-ah aku masuk dahulu, kau~~~hati-hati lah di jalan” Ucapan itu keluar dari mulut Seohyun sebelum ia membalikan badannya untuk masuk ke apartemennya.
Namun Kyuhyun begitu cepat memegang lengan Seohyun menahan gadis itu untuk tidak terlebih dahulu masuk. Seohyun nampak bingung apa yang dilakukan oleh Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun kini selangkah lebih maju membuat Seohyun tak berkutik. Yang Seohyun lakukan adalah menunduk karena ia tak tahu harus berbuat apa, Kyuhyun begitu dengan dirinya.
Jantung mereka berpacu dalam keadaan maksimal, ini lebih mendebarkan dibandingkan dengan menaiki sebuah Roller Coaster dengan ketinggian 500 m.
Dalam moment yang tepat sebuah ciuman hangat Kyuhyun berikan tepat dibibir Seohyun. Gadis itu tentu saja terkejut dengan keadaan yang tiba-tiba seperti ini.
“Aku, mencintaimu~~~” Bisikkan kalimat itu terdengar ditelinga Seohyun, membuatnya tersenyum. Kalimat itu menjadi sebuah kalimat kunci
Meskipun bukan rangkaian puitis yang keluar dari mulut Kyuhyun, tapi satu kalimat yang ia ungkapkan itu membuat hati Seohyun begitu tersentuh. Ia (Seohyun) juga merasakan apa yang pria itu rasakan. Seohyun dibuat terpana oleh sikap dan untaian kata yang dikeluarkan oleh Kyuhyun malam itu.
Sikap malu-malu yang ditunjukkan keduanya membuat mereka terlihat begitu menggemaskan. Jika keduanya sudah memiliki perasaan yang sama, apakah malam ini mereka sudah menjadi pasangan kekasih ? Aku rasa sepertinya Ya. Tidak perlu mereka nyatakan, perasaan bukanlah sekedar sebuah pernyataan semata. Perasaan terlebih cinta hanya bisa dirasakan meskipun ia tak terungkap.

Kicauan burung sudah kembali menyapa, artinya pagi pun sudah tiba pada waktunya. Apartemen itu masih nampak sepi, sangat hening karena sang penghuni masih terlelap ditempat terindah mereka. Tak lama kemudian seseorang menampakkan dirinya dari balik pintu, sedikit rasa kantuk masih menghinggapinya.
Ia berjalan menuju dapur dan menuangkan segelas air kedalam gelas dan segera membasahi tenggorokannya itu.
“Bagaimana kencanmu semalam, apa menyenangkan ?” tanya Yoona
Seohyun menenggak habis air digelasya, sama seperti Yoona tadi. Namun jawaban Seohyun hanya dengan sebuah senyum yang mengandung banyak arti. Senyum itu seolah menjadi jawaban yang dilontarkan oleh Yoona beberapa detik tadi.
“Hei, apa ia menyatakan sesuatu padamu ?” Kini Yoona mencondongkan tubuhnya kehadapan Seohyun, menopang badannnya dengan meletakkan kedua telapak tangannya ke meja sebagai tumpuan.
“Kalian berdua memang sangat serasi, kenapa tidak menjadi pasangan sejak dahulu saja” Yoona melihat ekspresi terkejut dari wajah yang ditunjukkan oleh Seohyun. Menggoda sahabatnya pagi ini membuat pagi Yoona lebih baik.
Sepertinya ia perlu untuk menggoda Seohyun setiap pagi kalau perlu, agar perasaannya bisa selalu baik. Tak lagi harus pusing memikirkan urusan lain.Jika Yoona nampak asyik membuat pipi Seohyun merona dipagi itu, tapi tidak dengan Seohyun sendiri.
Justru ia nampak ragu ingin berbicara apa untuk membalas perkataan Yoona. Seohyun lebih memilih diam, menyibukkan dirinya kembali mencari bahan makanan didalam lemari pendingin sebagai sarapan mereka.
“Yoona-ah, bagaimana kau dengan Donghae oppa ?”
Seohyun akhirnya menanyakan sesuatu hal yang membuatnya penasaran. Bagaimana Yoona saat ini setelah ia bertemu dengan sahabat lamanya itu. Apakah sahabatnya itu baik-baik saja, atau lebih sekedar dari baik-baik saja.
Yoona tersenyum, senyum yang seperti memiliki dua makna yang berbeda. Senyum itu begitu indah terukir diwajahnya namun tidak pada kenyataan yang ada. Bahwasanya, senyum itu bagaikan sebuah luapan kegetiran hati yang tak pernah terselesaikan.
“Aku ? Memangnya ada apa denga aku dan dia ?”
“Ku kira kau ada masalah dan ingin sedikit berbagi cerita dengan ku. Tapi sepertinya tidak”
Seohyun berlalu meninggalkan Yoona, sengaja ia menggunakan raut wajah kekecewaan agar Yoona ingin menceritakan sesuatu kepadanya. Bukannya ia ingin ikut campur, tapi sebagai seorang sahabat ia ingin Yoona berbagi kisah dengannya. Bukankah seorang sahabat akan selalu ada menemani kita dalam keadaan apapun.
Yoona nampak terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Melihat gelagat Yoona, Seohyun berniat untuk meninggalkan Yoona dan bergegas bersiap untuk hari ini. Namun belum selangkah ia beranjak, Yoona berucap.
“Pada waktu yang tepat, aku akan menceritakan semuanya”
Keduanya saling memandang, Seohyun tersenyum. Ia paham bila Yoona membutuhkan waktu untuk sedikit menenangkan pikirannya. Bila waktu dirasa sudah tempat, Yoona akan menceritakan masalah yang ia hadapi bahkan mungkin sedetail mungkin sampai tak ada yang terlewatkan, itu pikir Seohyun. Jadi, untuk saat ini biarkan lah semuanya berjalan dengan sendirinya, waktu yang akan menjawabnya.
Terkadang seseorang membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan dan berpikir akan masalah yang dihadapinya. Tidak semua masalah yang mereka hadapi harus mereka tumpahkan semua, karena mereka mau tak mau dan harus menyelesaikan masalahnya dengan hati dan perasaan yang mereka punya. Hati kecil mereka lebih mengetahui apa yang harusnya mereka lakukan.

Yoona kembali menjalani aktivitas biasanya bekerja disebuah cafe, bekerja dan bekerja. Meluapkan perasaan dan mencoba melupakan permasalahan yang ada pada pekerjaan. Mungkin hal ini juga akan dilakukan banyak orang pada umumnya, melampiaskan masalah demi melupakan sejenak perang batin yang ada dihati.
Tapi ingat hal itu tidak semudah yang dibayangkan. Sekuat apapun bayangan itu ingin kita hilangkan, ia akan terus menggelayuti beban pikiran kita.
Dibalik jendela ia pandang dengan sendu gadis yang telah banyak mengeluarkan air mata karena ulahnya. Ia amati setiap gerakan yang Yoona kerjakan, ia sadar ada sesuatu yang hilang dari gadis itu. Kebahagian, ia tak melihat aura itu pada diri Yoona saat ini. Sosok yang ia kenal seperti tak nampak nyata dipenglihatan matanya. Ia merasa menjadi seorang yang jahat, membiarkan seorang gadis mengeluarkan air matanya hanya karena ulahnya itu.
Tak ingin berlama dan hanya menjadi penonton saja, Donghae akhirnya meninggalkan tempat itu. Ia jalankan mobilnya dan segera menjauh dari sosok Yoona. Disaat yang bersamaan pula Yoona yang sedang melayani pengunjung dan memberikan senyumannya setelah mengantar pesanan itu. Sebelum pergi ia sedikit melongok kearah jendela yang menampilkan sebuah mobil yang sedang bergerak meninggalkan cafe tempat Yoona bekerja.
Mobil yang Yoona lihat itu, mobil yang pengendaranya yang tak lain adalah Lee Donghae. Yoona, kali ini kau kurang beruntung dapat bertemu dengan sahabat lama mu. Tuhan sedang merencanakan pertemuan indah untuk kalian sepertinya.
—-
Bagaikan di arena sebuah medan perang, keadaan saat ini begitu mencekam. Aura ketegangan begitu menyelimuti situasi yang ada saat ini. Kilatan mata itu tertuju hanya pada sesosok yang dengan santainya duduk membaca segala macam bentuk laporan yang berserakan dimeja kerjanya.
“Kemana saja dirimu selama ini ?”
“Aku ada sedikit urusan yang harus ku selesaikan” Ia membaca dengan teliti setiap lembar uyang ia baca. Matanya tak menatap lawan bicaranya.
“Sebegitu pentingnya kah urusan mu itu, sampai-sampai kau pergi tanpa pamit dan kabar seperti ini”
“Maafkan aku” Hanya kalimat itu yang terucap dari bibirnya.
Kyuhyun mulai geram dengan tingkah sahabatnya, bagaimana bisa ia begitu santai menanggapi perkataannya. “Apa kau tak tahu, betapa menderitanya Yoona saat mengetahui kau pergi ?”
Diam, mungkin hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini. Mendengar satu nama yang membuat ia kehilangan kata. Ia tahu betul maksud pembicaraan sahabatnya ini akan bermuara kemana.
“Donghae-ah, temuilah dia. Kalian perlu bicara, Yoona nampak begitu berubah semenjak kau pergi”
Kyuhyun mencoba memberikan nasehat, meskipun ia tak bermaksud untuk menggurui Donghae. Tapi ia hanya ingin Donghae melakukan sesuatu, bukan hanya bersembunyi dan menghindar dari Yoona saja. Masalah tak akan selesai jika dibiarkan begitu saja.
Namun hal yang berbeda yang ditunjukkan oleh Donghae. Seakan tak pernah terjadi apa-apa, ia begitu santai menanggapi perkataan Kyuhyun. Walaupun sebenarnya sedang terjadi pergolakan batin didalam diri Donghae. Dia sadar betul bahwa ia melakukan sebuah kesalalahan pada Yoona.

Cantik dan anggun, itulah dua kata yang cocok untuk seorang gadis yang saat ini sedang berjalan dibandara. Ditangan kanannya ia gunakan untuk menjinjing sebuah tas Furla berwarna coklat pekat, kemeja putih serta dihiasi kalung permata yang dipadupadankan dengan rok diatas lutut berwarna biru khas langit.
Tak lupa tangan kanannya dipenuhi untuk sekedar menggenggam passport, handphone dan selembar kertas. Ditambah lagi dengan wajah tirusnya, hampir tak ada celah sedikitpun akan kecantikannya, membuat siapapun akan terpesona melihatnya.
Sejenak melepas lelah selama berada dalam pesawat selama kurang lebih 3 jam. Duduk santai disebuah cafetaria yang masih berada dalam area bandara. Tak lama ia meminum coffee-nya ponselya berdering.
Ne, aku baru saja sampai”

“Tentu saja, selalu berada ditangan ku saat ini”

“Kurasa dia akan terkejut”

“Tentu saja tidak, aku akan menemuinya”
Senyuman selalu melekat diwajahnya, ia akhiri percakapan singkat itu. Kemudian ia letakkan kembali ponselnya lalu mengambil secarik kertas yang selalu ia genggam itu. Kertas yang ia pandang lekat, begitu penting selama ia berada dinegara ini.

Inilah yang ia suka, dimalam saat pekerjaannya sudah usai ia akan kembali kerumah dengan berjalan melewati taman yang sangat ia sukai. Udara malam yang terasa begitu menyejukkan seolah sebagai penawar rasa pahit dari permasalahan yang ia rasakan. Bintang malam pun juga ikut memberikan cahaya yang membuat perasaannya lebih tenang.
Sebotol minuman segar berada dalam genggaman tangan nan lentik gadis itu. Hampir setengah dari isi minuman itu telah ia habisi. Sama sepert i botol minuman yang isinya akan habis, ia juga teramat ingin menghabisi kenangan masa lalunya yang (mungkin) begitu kelam. Sudah cukup teramat lelah ia memikirkan perasaan yang membuat napasnya begitu menyesakkan.
Biarlah semua kenangan masa lalunya ia kubur dalam dan menutupnya dengan rapat. Melupakan semuanya, melupakan semua kenangan bersama pria itu. Tekadnya sudah bulat bahwa ia tidak akan mengingat nama pria itu lagi, biarlah ia hidup dengan pilihannya pikir Yoona.
Satu tegukkan terakhir minuman itu benar-benar telah tak bersisa dan bertepatan pula dengan munculnya sebuah sinar lampu tepat mengarah kehadapan Yoona. Sinar lampu yang berasal dari lampu sebuah mobil berwarna hitam yang begitu menyilaukan. Ia tangkas sinar itu menggunakan tangannya.
Beberapa detik kemudian lampu mobil itu redup bersamaan dengan matinya mesin mobil. Yoona begitu penasaran siapa pengemudi yang mengganggu ketenangan malamnya itu dengan menyorotkan sinar lampu mobilnya. Ia tunggu sampai si pengemudi membuka pintu mobilnya dan segera muncul dihadapannya.
Seketika itu pula botol air yang semula Yoona pegang jatuh begitu saja ke tanah. Tubuh Yoona diam seakan kaku untuk bergerak, matanya membulat menatap lurus kearah sang pengemudi mobil itu.
“K..Kau ?” Yoona mengucapkannya dengan terbata dan mulut yang sedikit bergetar karena keterkejutannya.
Sesosok pria berdiri tegap dihadapan Yoona. Seseorang yang baru saja akan Yoona lupakan bayangannya dalam kehidupannya. Padahal baru beberapa menit yang lalu ia akan bertekad untuk melupakannya namun justru Donghae –seseorang yang ingin Yoona lupakan- kembali muncul dihadapannya saat ini.
Tuhan sepertinya tidak ingin agar Yoona melupakan sosok Lee Donghae dalam bayangan kehidupannya

“Seharusnya kau tak muncul lagi dihadapanku!” Ucapan Yoona begitu dingin, sedingin hembusan angin yang tengah menerpa tubuh mereka.
Donghae sedikit bingung maksud perkataan Yoona, “Apa maksudmu, aku kembali untuk menemui mu”
Yoona membuang muka ke arah samping kiri dengan menghembuskan napas keputusasaan, “Bukankah kau sudah memutuskan untuk pergi meninggalkanku ? Kenapa kau kembali lagi ?”
Ucapnya dengan mata yang sedikit memerah. Tersirat didalam mata itu, mata sendunya memancarkan sedikit kebencian.
“Bukan itu maksudku yoongie-ah” Satu langkah Donghae mendekati gadis itu.
“Jangan pernah menyebut nama itu lagi, aku membenci panggilan itu !!!” Teriaknya, malam yang begitu sunyi membuat suaranya bagaikan sebuah petir yang siap menggelegarkan hati sang pria dihadapannya. Donghae, hatinya bagaikan sudah tersengat petir yang menusuk ke bagianulu hatinya. Begitu sakit mendengar teriakan sang gadis itu. Sebegitu bencinya kah saat ini Yoona terhadap dirinya.
Donghae begitu jelas melihat kilatan mata Yoona yang sudah tergenangi oleh air, air mata itu sudah menjadi hal yang biasa bagi Yoona. Ayolah, Donghae sangat membenci jika harus melihat Yoona menumpahkan air matanya, terlebih hal ini karena ulah dirinya.
Malam yang begitu sunyi dan tenang, namun tak setenang hati dan pikiran mereka yang sedang bergulat dalam perang batin. Kebencian sepetinya telah merasuki jiwa damai Yoona, sedangkan kata rindu adalah kata yang paling pas untuk Donghae rasakan saat ini. Keduanya sedang merasakan dua perasaan yang bertolah belakang. Namun satu perasaan sama yang mereka rasakan, yang tak mungkin terelakkan oleh keduanya. Kerinduan, satu perasaan itu yang kini hinggap dihati keduanya.
Mereka saling merindukan satu sama lain, meskipun keduanya tak menunjukkan secara jelas. Namun seolah dapat tersirat perasaan itu oleh tatapan kedua mata mereka. Kata orang jika kau ingin mengetahui kejujuran sesorang maka pandangilah matanya. Mata adalah cerminan hati sesorang, sekalipun mereka tak mengatakan rindu tapi mata mereka yang seolah berbicara.
“Tapi aku …”

“Donghae oppa
Sebuah suara gadis cantik membuat percakapan sengit antara Yoona dan Donghae terhenti. Keduanya melihat kearah sumber suara itu, dan didapatinya seorang gadis berambut pirang sedang berdiri diantara mereka. Seorang gadis cantik yang mengulas senyum kepada sang lelaki yang dipanggilnya tadi.
Siapa sebenarnya gadis itu dan apa hubungannya dengan sosok Lee Donghae ?

-To Be Continue-

Ada yang menunggukah cerita ini, Tidak ? Ya sudah it’s oke 😀
Entah sudah beberapa bulan mengumpulkan mood untuk menulis cerita ini, sempat ingin berhenti tapi sayang, so this is The Story. Sudah lama tidak menulis seperti ada beberapa yang hilang, dan berhubung saya udah kangen banget dengan menulis FF, jadi ada beberapa FF yang sedang dalam proses. Nantikan ya cerita-cerita selanjutnya
Sepertinya dalam part ini SeoKyu yang mendominasi ya, karena memang seperti inilah jalan ceritanya.
Terima kasih ^_^

Advertisements

34 thoughts on “The Story: Forgotten

  1. tuh kan yoona jdi benci sma donghae, donghaenya jg sih pergi tanpa kabar
    waduhh tu cewek siapa??? trs hubungannya sma donghae apa cba??
    jgn bilang bkal ada konflik lg antara YH gra” tu cewek.. huft yg stu aja blm kelar -__-
    oke ditunggu next part yaaa

  2. ah..kenapa tbcnya muncul #kebugin tbc ehh
    air mata bentar lagi meluncur,apa gadis yg manggil donghae oppa tadi jessica???
    entahlah
    lanjutannya jgn lama”

  3. Aku dah tunggu ff ini kpn tw, dan akhir’a di post jg 🙂
    Next’a jgn lama2 ya, penasaran ma ke lanjutan ni ff

    Keep writing 😀

  4. astaga!! Lagi seru TBC langsung.. Hedeh min, paling pinter bikin penasaran deh.. Lanjut min!! Please jgn lama” min.. Penasaran bgt nih sama lanjutannya..

  5. ahh,, akhirnya kamu comeback jg beb …
    udh pnsran tau ma lanjutannya..
    dan yeoja itu, sica kah??
    ah,, yoonhae nya jd tambah greget.uhh

  6. Please jangan ganggu mereka T.T pasti gadis itu jessica…thor semoga sica itu tmn hae di paris bkn lebihh..sica itu tmpt curhat’nya dongae..jdi dia tau semua tentang hae selama dia di paris ^^

  7. yaelah,lg seru kok tiba2 TBC..
    siapa ya itu cwek?jessica kah?
    smoga sica bkan pcarnya hae..

    next,ditunggu..

  8. s’pa yeoja yg mnggL donghae smga dia bukn pngganggu hub yoonhae ya..!? dtnggu part sLnjut’y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: