Choose The Rain [Drabble]


Title                 : Choose The Rain

Cast                 : Lee Donghae

Im YoonA

Genre               : Sad

Length             : Drabble

dsvvv

©yoonhaeseokyu

**********************************************************************************

Suara rintikkan hujan mampu membuat hatinya tenang nan damai. Suara gemercik air yang jatuh dari langit luas, jatuh membasahi tanah kering yang gersang sebelumnya. Semilir angin yang mampu menerbangkan rambut yang terurai indah. Bergerak seirama dan selembut hembusan angin yang menerpa.

Hujan ini mampu membawanya kembali pada kenangan masa lalu. Pernahkah kalian mendengar bahwa hujan dapat menterpretasikan pada kenangan masa lalu kita. Jadi tidak salah jika banyak orang yang melihat hujan dengan ketenangan maka ia akan kembali mengingat kenangan masa lalunya.

Sama seperti seorang gadis yang duduk didepan sebuah bangunan yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk dirinya berteduh dari guyuran hujan. Sudah dua menit berlalu sejak hujan turun, ia melamun tenggelam dalam pikirannya. Tiap tetesan hujan yang jatuh seolah membawanya pada suatu keadaan dimasa lalu .Masa lalu yang mampu membuatnya tersenyum, meski senyum tipis yang terbentuk digaris bibirnya. Ia pandangi terus hujan yang sedikit demi sedikit kini sudah mulai deras.

Entah apa yang ia rasa, tapi satu rasa yang ia rasakan saat melihat pemandangan ini, perasaan yang begitu menyesakkan ruang dihatinya. Rindu, ya satu kata itu yang begitu melekat didadanya. Meskipun ia melihat para sahabatnya sorak sorai dengan suasana hujan ini. Tapi tidak dengan dirinya. Meskipun ia tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang sedang mendendangkan sebuah lagu tapi sekali lagi ia lebih memilih kenyamanannya sendiri.

Ia terlalu terlarut dalam dunianya sendiri. Berungkali ia memutar kejadian dimasa lalu yang mampu membuatnya tersenyum.

Flashback

“Kau seperti anak kecil saja” ucapnya begitu lembut

Ia mengulumkan senyum membuat lawan bicaranya begitu gemas melihat raut wajahnya, “Karena aku sangat menyukai hujan” Ucapnya lembut.

Ia pandangi langit yang tampak mendung membulirkan air-air yang kini mulai turun “Hujan begitu menenangkan hati, aku menyukai aroma ini”

Sang pria lawan bicaranya begitu tenang menatap penuturan gadis dihadapannya. Sang pria mungkin kagum dengan apa yang diutaran gadis yang ia sukai itu.

“Aku juga suka hujan” pria itu membalas ucapan sang gadis.

Mereka melihat segerombolan anak-anak yang sedang berlarian ditengah hujan. Anak-anak itu tampak riang bermain bersama guyuran hujan. Kesenangan hati anak-anak itu juga ikut pula dirasakan oleh kedua anak manusia yang sedang berteduh dibawah atap sebuah toko yang kecil.

Keduanya saling tersenyum, begitu manis. Senyuman itu mampu menjadi penghangat bagi mereka ditengah suasana dingin karena hujan deras yang turun. Akhirnya mereka menghabiskan sisa yang ada dengan obrolan ringan, menunggu hujan reda.

Satu kisah manis yang terukir hari itu.

—-

“Maaf aku tidak bisa, aku tidak bisa” Mata sang gadis mulai memerah, air mata mendesak ingin keluar tapi masih saja ia tahan.

“Apa ini artinya kau menolak ku ?” tanya sang pria

Sejujurnya ia pun tak mampu mengatakan jawaban yang diinginkan sang pria. Gadis itu tak mampu menjawab, ia bahkan bingung dengan jawabannya sendiri. Bahkan ia bingung dengan apa jawaban yang sebenarnya ingin ia katakan. Ia begitu kalut dengan pikirannya, bahkan bibirnya begitu ingin mengucapkan kata ‘Ya’ tapi sungguh teramat hati kecilnya bahkan berteriak mendesak untuk mengatakan ‘Tidak’

Mana yang akan kau pilih jika dihadapkan pada situasi seperti ini, mengikuti keinginan nafsu atau keinginan hati kecil yang bahkan sulit untuk kau pahami sendiri.

Hujan kemarin mampu menghadirkan kebahagian bagi keduanya, tapi tidak dengan hujan yang turun kali ini. Hujan ini seolah menggambarkan suasana hati yang tengah mereka rasakan. Air hujan yang turun beriringan dengan turunnya air mata yang jatuh membasahi kedua pipi itu. Beriringan dengan kilatan cahaya diatas langit yang sudah berwarna abu-abu, satu kalimat itu terucap.

“Maaf, aku tetap tidak bisa”

Bahkan mungkin petir yang seharusnya menghiasi langit diatas sana kini telah berpindah pada hati sang pria. Kini petir itu bahkan sudah menghujam jantung sang pria, Lee Donghae sosok pria itu. Seorang pria yang kini bahkan sedang mengulas senyum, senyum kegetiran.

“Hae oppa aku tidak bisa, mianhae

“Yoona-ya, aku menghargai keputusan mu, kumohon jangan menangis” Donghae mencoba untuk menerima keputusan sang gadis bernama Im Yoona.

Ia tampilkan senyum diwajahnya kepada Yoona, berharap gadis cantik itu tidak menangis karena kejujuran yang baru saja ia utarakan. Ia menghargai perasaan Yoona yang tak sama dengan perasaan yang ia rasakan pada sosok Yoona. Meskipun dalam hatinya ia terluka, tetapi Donghae mencoba untuk tidak menjadi seorang yang egois. Ia tidak ingin memaksa Yoona yang harus membalas perasaannya, karena setiap manusia pasti memiliki perasaan didalam dirinya masing-masing. Meskipun perasaan itu tak sama dengan apa yang kita rasa pula.

Mengapa hujan turun disaat seperti ini, oh ya Tuhan bisakah kau menghentikkan hujan untuk dua menit saja. Air yang turun ini bahkan mewakili setiap tetesan perasaan dalam kedua sejoli itu. Begitu menyedihkan memang. Hujan yang dahulu mereka saksikan bersama dengan kebahagian, namun sekarang ini sungguh berbanding terbalik. Hujan ini membawa kesedihan didalam perasaan mereka masing-masing.

Bahagia atau sedih saat kau melihat hujan dapat kalian tentukan sendiri, tergantung kenangan masa lalu apa yang kalian putar dalam memori perasaan mu.

Yoona kembali sadar dalam lamunannya, ia sadar tak semestinya ia harus larut dalam kenangan masa lalu. Ia harus melanjutkan hidupnya yang terus beralan kearah depan. Bukankah hidup ini berjalan kearah depan, bukan kembali lagi kebelakang.

Tidak selamanya kenangan yang terukir manis akan berakhir bahagia. Meskipun kau menginginkannya tapi satu hal, kau harus benar-benar bertanya pada hati kecilmu. Meskipun terlihat tak berarti tapi hati kecilmu tak kan pernah berbohong pada apa yang kau rasakan.

Belajarlah mengenali seberapa besar keinginan mu, meskipun tidak berakhir dengan indah tapi kau akan lebih menghargai sesuatu yang telah kau pilih sendiri. Ini hidup mu dan semua ada ditangan mu.

Meskipun menyakitkan yakinlah kesakitan itu tidak lebih besar dari kebahagian yang akan kau dapatkan setelahnya. Hujan bisa membawa mu pada dua keadaan, bahagia saat kau bisa berlarian dibawah air yang jatuh atau

The End

Advertisements

29 thoughts on “Choose The Rain [Drabble]

  1. sad ending tp msh bingung ma alurnya min..tu yoonhae gak bersatu tp knpa yoona eonni sdih lox nget pas dia nolak hae oppa?

  2. “Hujan bisa membawa mu
    pada dua keadaan, bahagia saat kau bisa berlarian
    dibawah air yang jatuh atau….”
    adakah kelanjutan dr kalimat itu?
    kenapa cuma drabble??butuh yang lebih panjang biar jelas knpa yoona unnie nolak hae oppa..
    tpi tetep kok thor ff’a bagus

  3. he??? pusing kepala belbi #pletak.. bingung ma ceritanya,, knpa yoona gx nerima donghae? ap slah donghae? buruknya masa lalu? atau? atau? bikin oneshot/chapter lbih bagus.. klu gini benar2 gx paham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: