PROPOSE [SEOKYU]


Title     : PROPOSE [SEOKYU]

Author : yoonhaeseokyu

Cast     : Cho Kyuhyun – Seo Joohyun

Genre  : Romance

Type    : One-Shoot

Related with PROPOSE [YOONHAE VER.]

propose sk

©yoonhaeseokyu

 

Pernikahan ? Dirinya tidak pernah membayangkan pernikahan yang seperti apa yang ia inginkan jalankan kelak. Kata pernikahan adalah sesuatu yang sepertinya begitu ia hindari untuk dibayangkan. Tidak seperti yang wanita kebanyakan akan membayangkan sebuah pernikahan, dirinya justru membuang jauh-jauh bayangan itu. Entahlah seperti ada sesuatu yang membuatnya antipati dengan kata itu.

Bukan tanpa sebab wanita itu tidak menyukai kata pernikahan, ia pun memiliki alasan akan ketidak sukaannya itu. Bahkan dahulu saat ia berkumpul dengan teman-temannya ia akan dengan senang hati menceritakan bayangan pernikahan yang begitu ia impikan. Tapi semenjak kejadian itu dirinya mulai melupakan bayang sebuah pernikahan yang indah, baginya pernikahan adalah salah satu sisi hitam dalam kehidupan.

Teriakan itu tiba-tiba menggelegar memecah suasana sunyi disebuah rumah yang nampak mewah berdiri. Seseorang dengan headset yang terpasang ditelinganya pun masih bisa mendengar teriakan yang berasal dari luar kamarnya saat ini. Wanita yang memfokuskan dirinya dengan sebuah bacaan buku itu nyatanya kini dibuatnya tidak dapat konsentrasi lagi. Malam-malam seperti ini sudah nampak biasa bagi dirinya.

Tenggorokannya hampir kering tapi sepertinya ia begitu malas untuk beranjak dari kamarnya. Tapi segelas air mungkin bisa meredakan pikirannya ketika ia mendengar pertengkaran kedua orang itu yang membuat kepalanya pusing.

Ia mulai menuangkan air kedalam sebuah gelas dan menyegerkan kerongkongannya. Belum sampai habis air dalam gelas yang ia minum kini terdengar suara pecahan sebuah kaca disalah satu sisi sudut rumah itu. Ia terkejut dan melihat apa yang sedang terjadi.

“Apa kalian tidak bisa berhenti bertengkar ? Aku pusing mendengar kalian yang selalu bertengkar”

Dua orang yang sedari tadi terlibat pertengkaran kini melihat kearah sosok wanita yang mulai sebal.

“Seohyun-ah ini urusan kami, kau tidak tahu apa jadi diam saja dan masuklah kedalam kamar!”

“Inilah yang membuatku benci dengan pernikahan, apa kalian menikah hanya untuk bertengkar saja”

Wanita bernama Seohyun itu memutuskan untuk kembali kedalam kamarnya dan mengurung diri. Ia tak habis pikir mengapa seseorang yang sudah menikah menghabiskan waktunya hanya untuk selalu bertengkar. Jika pada akhirnya mereka akan bertengkar seperti ini mengapa dahulu mereka memutuskan untuk menikah. Menikah bukan hanya untuk bertengkar bukan.

Mungkin itu adalah sepenggal pemikiran yang ada dalam benak Seohyun saat. Ia memang belum merasakan bagaimana rasanya akan sebuah kehidupan dalam sebuah pernikahan, dan ia juga belum menyadari bahwa sebuah pertengkaran akan selalu ada dalam sebuah kehidupan pernikahan. Tidak mungkin dua buah pemikiran yang dimiliki dua orang berbeda akan selalu selaras dalam satu pemahaman.

Selisih pendapat diantara kedua manusia yang hidup bersama memang akan selalu ada namun bukan masalah pendapat atau pemikiran siapa yang paling benar. Melainkan bagaimana keduanya dapat menyikapi kedua pemahaman yang berbeda itu untuk dijadikannya acuan kerah yang lebih baik menciptakan pemahaman yang bisa dijadikan landasan untuk kehidupan yang lebih baik lagi di masa depan.

Seohyun mungkin belum hanya bisa melihat dalam satu sisi saja. Pertengkaran kakak dan kakak iparnya ini baginya bukan sebuah pertengkaran yang kemudian akan melahirkan sebuah kesepahaman bersama. Mereka sudah terlalu sering bertengkar bahkan seperti yang sekarang terjadi keduanya sudah menggunakan alat bantu dalam meluaokan emosi mereka.

Keadaan ini selalu membuatnya terbayang apakah jika ia menikah nanti ia akan menghadapi situasi seperti ini. Apakah saat ia menikah nanti kehidupan pernikahannya akan seperti kakaknya, bertengkar hampir setiap hari meluapkan segala kekesalan yang memendam didalam hati. Pemikiran seperti inilah yang membuatnya mengurungkan untuk membayangkan seperti apa pernikahan itu. Tidak, Seohyun tidak ingin membayangkan akan sebuah pernikahan

Dirinya kembali teringat akan kedua orang tuanya. Keadaan ibunya juga lah yang membuatnya semakin mengurungkan untuk segera mencari pendamping hidup. Ya, masa lalu kedua orang tauanya yang memutuskan untuk berpisah ketika dirinya remaja membuat kenagan masa lalu Seohyun diliputi ketakutan untuk membina sebuah hubungan. Bagaimana ia melihat ibunya tersakiti karena sang ayah yang nyatanya memiliki kekasih hati lain selain ibunya. Membuatnya semakin tak percaya akan sebuah kehidupan pernikahan.

Ketika gemerlap malam tidak bisa membuat suasana hatinya membaik meskipun saat ini ia melihat suasana kota yang dipenuhi oleh cahaya-cahaya malam, ia memutuskan untuk menutup telinga dari suara gelagar pertengkaran diluar kamarnya dan memejamkan matanya demi menyambut hari esok. Semoga mentari pagi menyambutnya dan membuat suasana didalam hatinya kembali menghangat. Selalu ada kebaikan dihari-hari selanjutnya.

ঁঁঁ

Mentari pagi menyambutnya saat ia keluar dari kediamannya. Bahkan aroma embun pagi pun masih bisa ia rasakan dan membuatnya semangat menjalankan aktivitas pagi ini. Laju mobilnya dalam kecepatan sedang melaju pada jalan yang sudah mulai ramai oleh berbagai macam kendaraan yang lalu lalang. Ia selalu menikmati paginya seperti saat ini.

Hampir 45 menit berlalu ia sampai ditempat yang menjadi tujuannya pagi ini. Dengan kemeja berwarna putih serta balzer abu ia langkahkan kakinya menuju sebuah pintu berkaca. Senyuman khas ia tebarkan kepada para pegawainya memberikan efek semangat untuk para pekerjanya. Setelahnya ia sampai pada ruang kerjanya yang nampak minimalis cukup untuknya mengendalikan pekerjaannya.

“Selamat pagi manajer Cho, ini kopi pagimu” ucap salah satu pegawai yang nampak memakai seragam berwarna coklat menghampiri meja kerjanya.

Manajer Cho itu pun membalas tak lupa dengan senyuman manisnya, “Terima kasih”

Seorang pria yang biasa dipanggil manajer Cho oleh seluruh pegawainya itu adalah bernama Cho Kyuhyun. Menjadi seorang pebisnis muda dengan usaha yang sudah ia dirikan semenjak 3 tahun terakhir ini. Meskipun masih dalam skala yang belum terlalu besar ia bangga akan pekerjaan yang ia dirikan dengan kerja kerasnya selama ini. Memiliki sebuah cafe dengan nuansa serba kecoklatan sesuai dengan warna kesukaannya.

Sebagai pemilik dan penanggung jawab sebuah cafe yang ia dirikannya ini ia dituntut untuk menjadikan usahanya dapat berkembang dan bersaing dengan para pesaing yang sudah dahulu menjajaki dunia bisnis. Selama ini Cho Kyuhyun selalu berusaha dan bekerja keras demi mewujudkan impiannya. Benar, dalam mewujudkan mimpinya ini Kyuhyun harus melewati beberapa kegagalan dan tidak mudah menyerah. Banyak kendala yang sebelumnya ia hadapi dan membuatnya mampu untuk berada sampai seperti saat ini.

“Jinhe, aku akan keluar sebentar, jika ada sesuatu hubungi aku ya” Kyuhyun berucap kepada salah satu pegawai cafe-nya.

Jinhe mendengarkan dengan jelas perintah yang disampaikan atasannya itu, “Baik manajer Cho, anda tidak usah khawatir” Setelahnya Kyuhyun benar-benar bejalan keluar dan menjalankan mobilnya.

Keadaan cafe itu pun berjalan baik seperti biasanya, tanpa kendala yang berarti para pegawai bekerja dengan baik mengerjakan segala sesuatu. Pengunjung silih berganti berdatangan, beberapa menu hidangan pun menghiasi meja para tamu memberikan kepuasan. Jam dinding ditempat itu pun sudah berganti menunjuk waktu yang berbeda.

“Permisi, aku ingin menemui manajer disini apakah bisa ?” Seorang pria bertanya kepada salah satu pelayan cafe.

Sang pelayan pun mencoba untuk menemui atasannya namun sepertinya Kyuhyun sang manajer cafe itu belum kembali. Sang pelayan itu pun mencoba untuk menghubungi manajer Cho.

“Manajer kami masih dalam perjalanan, mungkin setengah jam lagi ia akan sampai” Pelayan itu memberitahukan info yang baru ia terima saat ia tidak temukan sang manajer diruang kerjanya.

“Baiklah apa tidak apa-apa kalau aku menunggunya saja”

“Silahkan”

Minuman yang pesan pria itu pun sudah hampir habis setengahnya. Beruntung tak lama setelah itu seseorang yang ditunggunya hadir. Manajer Cho menghampiri pria yang masih setia duduk. Penampilan manajer Cho membuat para wanita jatuh hati padanya, dengan tinggi yang semampai berkulit putih serta kacamata yang bertengger dihidungnya nyaris membuat penampilannya sempurna.

“Selamat siang, apakah kau yang mencari ku ?” sang manajer itu mengulurkan tangannya tanda perkenalan.

“Ah, Lee Donghae” Pria itu mengenalkan dirinya.

“Cho Kyuhyun, apa yang bisa aku bantu ?” Kyuhyun menyambut uluran tangan Donghae sebagai bentuk perkenalan.

Donghae mulai menjelaskan maksud dirinya menemui manajer cafe ini. Ia ingin menggunakan cafe ini sebagai tempat dirinya akan melamar sang pujaan hati. Donghae menjelaskan secara terperinci apa saja yang akan ia lakukan malam esok. Sedikit ia meminta bantuan kepada Kyuhyun untuk ikut membantunya.

“Mungkin aku bisa bernyanyi untuk membantu dalam acara mu nanti” Kyuhyun mencoba untuk menawarkan bantuan. Sepertinya penampilan Kyuhyun sebagai manajer membuat Donghae kurang yakin. Apakah manajer ini memiliki suara yang bagus, bagaimana nanti jika suara manajer ini justru akan membuat rencana Donghae berantakan ?

Melihat ekspresi Donghae, manajer Cho ini sepertinya dapat membaca pikiran pria dihadapannya.

“Tenang saja, aku bisa menjamin tidak akan merusak acara mu”Manajer Cho mencoba meyakinkan.

Salah satu pelayan dengan seragam berwarna cokelat itu menghampiri kedua pria tampan yang terlihat sudah cukup akrab ini. Memberikan dua buah gelas minuman dan sedikit hidangan bukan sebagai pengunjung melainkan sebagai tampu pribadi untuk manajer Cho ini.

ঁঁঁ

Matahari semakin beranjak melewati garis pertengahan bumi. Terik semakin menyilaukan mata siapapun yang menatap kearah langit. Aktivitas diluar ruangan sepertinya membuat keringat semakin bercucuran disela-sela kulit. Beruntungnya hal itu tidak terjadi pada seorang wanita yang sekarang sedang nyaman berada dibalik bilik kerjanya. Dengan udara yang sejuk tubuhnya terhindar dari amukan terik matahari siang ini.

Wanita itu fokus kepada layar dihadapannya dan sesekali sebuah buku catatan kecil pada sisi kanannya ditorehkannya oleh tinta pena yang ia pegang. Ia termasuk memiliki jam kerja yang flexibel dan tidak terpaku oleh aturan jam kantor pada umumnya. Tapi untuk hari ini sepertinya pekerjaan yang harus ia lakukan banyak menuntutnya untuk diselesaikan tepat hari ini juga.

Disela dirinya menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang tersisa, deringan sebuah ponselnya terdengar memecah keseriusannya yang terpaku pada layar sebuah komputer.

“Seohyun-ah, apa hari ini kau sedang sibuk ?” Suara seseorang diseberang sana menyapanya.

Wanita itu –Seohyun- masih tetap mencoba fokus pada pekerjaannya dan juga mendengar suara seseorang yang sudah dikenalinya itu. “Tidak, ada apa kau menghubungi ku ?” Seohyun bertanya.

“Oh aku ada pekerjaan untuk mu”

“Pekerjaan apa ?”

“Bermain piano, kebetulan sekali pemain piano tempatku bekerja sedang libur, apa kau mau?” Lawan bicara Seohyun itu adalah teman baiknya semasa sekolah, menjelaskan maksud dirinya menghubungi Seohyun.

Teman Seohyun bernama Seongbin itu tidak mendengar jawaban akan ajakan yang ia tawarkan, “Aku tahu kau pandai sekali bermain piano, kau mau kan ?” Seongbin kembali membujuk Seohyun agar temannya itu bisa membantu.

“Kapan ?”

“Lusa malam, tapi besok siang kau harus datang ketempat ku bekerja” Seongbin menjelaskan.

“Oh, baiklah” Seohyun akhirnya menerima tawaran teman baiknya itu.

“Baiklah, aku tunggu kau besok siang ya”

“Ne”

Seohyun memang begitu pandai memainkan piano, bahkan saat sekolah dahulu ia sering sekali mengikuti perlombaan yang diadakan didaerah tempat tinggalnya. Tapi sudah lama sekali ia tidak lagi bermain piano, apakah jemarinya masih piawai dalam memainkan piano yang menjadi andalan permainan musiknya.

ঁঁঁ

Sehari berlalu seperti hari-hari lainnya. Apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang diakhir pekan ini, ya tentu saja berlibur. Sedikit melepaskan penatan selama beberapa hari beraktivitas juga menyegarkan pikiran agar bisa kembali jernih. Tapi tunggu, tidak dengan Cho Kyuhyun yang masih juga sibuk bekerja. Baginya akhir pekan seperti hari ini adalah dimana ia harus lebih bekerja dengan ekstra. Karena pengunjung cafe-nya akan lebih bertambah ramai dibandingkan hari-hari biasa.

Tepat siang ini ia akan kembali bertemu oleh seorang pria yang kemarin dimintainya bantuan. Sebagai pemilik ia harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk para pengunjung cafe-nya ini. Pria yang dikenalnya sebagai Lee Donghae ini akan memberikan sebuah kejutan kepada sang kekasih di cafe miliknya.

“Manajer Cho aku sangat berterima kasih kepada mu karena kau sudah banyak membantu ku”

“Tidak usah sungkan aku sangat senang bisa membantu, apalagi ini adalah moment yang sangat berharga untuk mu”

Pembicaraan keduanya terhenti saat sang pelayan menghampiri keduanya dalam persiapan akhir untuk acara nanti malam.

“Manajer, ini adalah teman ku yang bisa membantu tuan ini” Pelayan cafe itu memperkenalkan sahabatnya ini kepada Donghae dan manajer Cho.

“Selamat siang aku Seohyun, semoga aku bisa membantu” Ucap wanita itu dengan ramah.

Dengan setelan yang begitu casual saat wanita itu memadukan jeans dan sebuah blouse bergaris membuatnya nampak sederhana namundapat menarik perhatian siapapun yang melihat karena paras cantiknya.

“Aku ingin manajer Cho dan nona Seohyun bisa memainkan lagu kesukaan kekasih ku nanti malam, karena ia begitu menyukai lagu ini aku ingin membuat kekasih ku terpukau nantinya” Pria romantis ini begitu berharap Kyuhyun dan Seohyun bisa menampilkan yang terbaik.

“Tidak usah khawatir Donghae-ssi, kami akan usahakan yang terbaik untuk anda” Kyuhyun memberikan keyakinan dan kesanggupannya untuk penampilan yang ia janjikan kepada Lee Donghae.

Setelah ketiganya berdiskusi mengenai acara yang akan mereka adakan, Lee Donghae bergegas pergi meninggalkan Seohyun dan Kyuhyun. Saat itu pula Kyuhyun dan Seohyun sedikit berlatih untuk penampilan yang akan mereka tunjukkan. Keduanya nampak mudah untuk saling beradptasi menyuesuaikan alunan suara merdu dalam irama piano.

Kyuhyun nampak mengamati jari-jari lentik wanita yang begitu piawai memainkan sebuah piano yang memang tersedia di cafe milik Kyuhyun. Seperti ada pandangan yang berbeda, Kyuhyun kini mulai mengamati paras cantik yang dipancarkan oleh Seohyun. Dalam diri Kyuhyun kini seperti ada geliat aneh yang merasuki jantungnya yang perlahan mulai berpacu dengan cepat.

Dentingan terakhir selesai dimainkan oleh Seohyun dan belum juga membuat Kyuhyun berhenti menatap Seohyun dihadapannya. Seohyun mulai menunjukkan rasa gugup dipandangi lekat oleh pria yang menurutnya tampan ini, ah bukan hanya Seohyun yang menganggap Kyuhyun pria tampan. Tapi bagi wanita manapun yang melihat Kyuhyun akan jatuh kedalam pesona pria itu.

Chogiyo ?” Seohyun menyadarkan keterpakuan Kyuhyun dan saat itu pula pandangan Kyuhyun sudah benar-benar berpijak ketempat semula.

“Ah maaf, aku begitu terpukau melihat permainan mu Seohyun-ssi ?” Kyuhyun mengucap ragu ketika menyebutkan nama sang wanita itu.

“Segelas ice coffee mungkin bisa menyegarkan saat cuaca terik seperti ini, jika tidak keberatam ?” Seketika itu pula Kyuhyun menawarkan sebuah ajakan yang mungkin bisa mengenal lebih wanita ini melalui obrolan ringan dengan dalih segelas ice coffee. Kyuhyun sepertinya telah terperangkap kedalam pesona Seohyun.

Keduanya begitu larut dalam obrolan yang singkat, Seohyun juga tidak begitu canggung ketika seorang pria mengajaknya berbincang sedekat ini. Seohyun bukannya anti terhadap para kaum pria, ia hanya tidak ingin hubungan yang terjadi antara pria dan wanita tidak lebih dari apa yang ia bayangkan. Kemudian nantinya akan semakin larut dan membuatnya kecewa suatu saat nanti. Ia hanya berhati-hati dalam mengenal seorang pria yang kelak dirinya tidak akan bernasib sama dengan ibu dan kakaknya. Tapi mungkin dengan pria ini hati Seohyun seperti ada pengecualian.

ঁঁঁ

Meskipun ia sudah berlatih meski tidak sebentar, tapi dirinya masih saja gugup akan pertunjukkan yang akan ditunjukkannya malam ini bersama sang pemilik cafe ini. Apakah dirinya masih bisa menampilkan permainan piano yang indah dan membuat semua orang terpukau akan penampilannya nanti.

“Seohyun-ssi kau tidak usah gugup, santai saja” Kyuhyun memberikan sedikit ketenangan yang begitu kentara terlihat diwajah Seohyun.

Seohyun hanya tersenyum kikuk, “Aku hanya takut tidak bisa menampilkan yang terbaik”

“Bukankah kita sudah latihan, jadi percayalah semuanya akan baik-baik saja” Diakuinya oleh Seohyun, Kyuhyun banyak memberikannya ketenangan saat ini disaat rasa gugupnya muncul.

Keduanya kini tengah bersiap pada posisi yang sebelumnya dilakukan saat latihan siang tadi. Lampu disudut tempat dimana mereka akan memberikan kejutan kepada salah seorang pengunjung kini padam. Digantikan oleh sebuah lampu sorot yang kini mengarah kearah Seohyun.

Dentingan piano pun mulai terdengar, Seohyun sudah memulai permainan pianonya. Ia begitu fokus dengan sebuah piano berwarna putih ini. Sebuah melodi yang tercipta begitu terasa menghanyutkan para pendengar yang menyaksikan kepiawaiannya. Kemudian Sebuah lampu sorot lainnya kini mulai menerangi Kyuhyun yang berdiri memusatkan tubuhnya diantara para pengunjung cafe miliknya.

Ini menjadi penampilan pertamanya di cafe yang ia dirikan sendiri, menjadi suatu kebanggan baginya dan tentu saja ia merasakan kegugupan yang juga dialami Seohyun sebelumnya. Kyuhyun mulai mengalunkan suara indah diiringi oleh dentingan dari piano. Sebuah harmonisasi yang begitu sempurna saat didengar. Sampai dipertengahan lagu permainan piano dan nyanyian itu terhenti dan lampu pun kini mulai padam. Benar-benar tidak lucu saat seperti ini listrik harus padam, tidak ini merupakan bagian dari kejutan yang dibuat oleh pria bernama Lee Donghae itu.

Kyuhyun sedikit bergesar agar dirinya tidak menghalingi sebuah screen yang tiba-tiba menyala dari belakang tubuhnya. Kini saatnya ia menjadi penonton untuk kejutan yang diadakan, dan penampilan Seohyun dan Kyuhyun terhenti sejenak.

Seohyun menatap kagum kedua orang yang sedang berbahagia itu, namun dirinya tidak ingin membayangkan bahwa dirinya berada diposisi wanita yang sedang dilamar oleh pria romantis itu. Namun sudut hatinya tentu saja bahagia melihat keromantisan yang sedang ditunjukkan oleh pasangan yang tengah menyematkan sebuah cincin. Seohyun hanya bisa menatapnya tanpa bisa membayangkan dirinya juga akan pasangan itu.

Lain halnya dengan Seohyun, justru Kyuhyun membayangkan hal apa yang bisa ia lakukan kelak saat dirinya membuat sebuah kejutan lamaran untuk seorang yang dicintainya nanti. Pandangan Kyuhyun kini beralih kepada sosok wanita yang masih duduk dibalik pianonya. Kyuhyun melihat raut wajah Seohyun yang terlihat bahagia melihat pasangan dihadapannya, tapi ia melihat pancaran dari diri Seohyun yang berbeda, entahlah ia hanya merasakan ada yang berbeda.

ঁঁঁ

Waktu memang belum berhenti dan saat ini terus berputar seperti sebuah roda yang berputar pada porosnya. Siang berganti malam serta matahari dan bulan yang silih bergantu berjaga, begitu seterusnya sampai hari terlewati memasuki bulan-bulan yang baru. Tidak begitu terasa waktu yang berlalu begitu cepat karena harinya dipenuhu dengan kebahagian.

Seperti bunga layu yang kembali tumbuh baru dan bermekaran, menjadi penawar diri dikala perasaan menyisakan gersang pengharapan. Keduanya kini semakin hari menjalin hubungan yang terasa berbeda dikedua perasaan mereka dibanding saat pertemuan pertama. Mencoba menyelaraskan hati karena perasaan yang saling terpaut satu sama lain. Timbul setitik cinta yang mereka ukir dan menjadikannya garis hubungan yang sudah mereka lalui.

Mereka menjalani apa yang perasaan mereka sampaikan kedalam pikiran mereka untuk bisa berjalan bersama. Keduanya bahkan tidak mengetahui secara tepat kapan gejolak cinta itu tumbuh dalam perasaan mereka. Seohyun dan Kyuhyun yang keduanya tahu adalah saling berbagi cinta satu sama lain. Tak jarang keduanya sering menghabiskan waktu di cafe milik Kyuhyun, membuat para pegawai wanita disana memandang iri.

Keduanya banyak menghabiskan waktu besama, seperti pasangan lain pada umumnya berkencan menghabiskan waktu bersama. Saling bertukar pikiran dan saling berbagi perasaan yang mereka rasakan. Setahun, dua tahun sudah mereka lewati kehidupan sebagai sepasang kekasih. Seohyun bahkan selangkah maju dalam menghadapi apa yang dinamakan sebuah cinta.

Namun sepertinya kerikil kecil tidak luput menghalangi jalannya hubungan yang mereka jalankan. Seohyun, belum sepenuhnya bisa mempercayai perasaan yang ada dalam hati Kyuhyun untuknya. Meskipun pernyataan cinta dilontarkan Kyuhyun untuk meyakinkan perasaannya kepada sang pujaan hati, belum juga membuat titik cinta itu membentuk garis lingkar yang tidak ada penghujungnya.

Kyuhyun tidak pernah lelah menunggu hati Seohyun untuk bisa menerima cinta dari dirinya dengan seutuhnya. Masih ada tempat yang belum terisi dihati Seohyun untuk bisa percaya sepenuhnya.

ঁঁঁ

Seohyun begitu mengagumi tempat yang baru ia kunjungi selama ia lahir dinegaranya ini. Apalagi pemandangan yang ditangkap oleh matanya, membuatnya sekejap terhanyut oleh keindahannya. Ia menyusuri jalan ditepian sungai buatan yang tidak terlalu besar serta hiasan lampu yang menggantung pada sebuah tembok sepanjang pada sisi lainnya. Ia begitu menikmatinya sampai ia lupa tujuan ia datang ketempat ini.

Tidak terlalu ramai oleh pengunjung dan hanya terdapat beberapa orang saja yang juga ikut menyusuri jalan seperti dirinya. Sampai akhirnya ia dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang tiba-tiba memberikannya setangkai mawar merah. Ia mengambil mawar itu dengan tatapan bertanya, tapi seseorang yang tidak dikenalnya itu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Seohyun menatap punggung lelaki misterius itu dari belakang.

Tiba-tiba saja hiasan lampu yang menggantung disebelah sisinya berubah warna mengejutkan dirinya. Ia menatap kearah tembok semen yang saat ini menampilkan sebuah warna turquoise dan sepertinya lampu-lampu dengan ukuran yang kecil itu membentuk sebuah pola, sebuah bentuk yang dilihat oleh Seohyun berbentuk satu hati berukuran besar dan bentuk hati dengan ukuran kecil lainnya yang mengelilinginya.

Apa semua ini memang termasuk dalam rangkaian acara yang diadakan tempatnya berdiri saat ini. Setelah menatapnya sebentar kembali berjalan beberapa langkah sebelum akhirnya langkahnya terhenti karena seorang wanita saat ini mengahalangi jalannya. Wanita itu tersenyum dan memberikan sebuah kotak kosong dan lagi-lagi seseorang yang tidak dikenalnya itu pergi tiba-tiba. Ah benar-benar Seohyun sudah hampir kesal dibuatnya, siapa yang berbuat seperti ini terhadapnya.

Seohyun menatap kotak kosong dan mawar itu sebentar sebelum akhirnya ia memutuskan melanjutkan langkahnya. Tapi kali ini langkahnya kembali terhenti saat ia melihat sosok pria dengan pakaian hitamnya berjalan kearahnya. Seohyun tidak bisa melihat wajah pria itu karena tertutup oleh sebuah balon berwarna merah muda yang yang dibawa oleh pria itu. Langkah pria itu semakin mendekat dan betapa Seohyun terkejut dibuatnya.

“Apa oppa yang melakukan ini semua ?” Seohyun menyapa dengan menunjukkan setangkai mawar dan kotak yang sebelumnya diberikan oleh seseorang yang tidak dikenalnya.

Pria itu, Cho Kyuhyun tersenyum setelah melihat wajah Seohyun yang kini sudah mulai memasang wajah sedikit kesal. “Apa kau senang dengan kejutan ku ?”

Lantas Kyuhyun memberikan balon yang sebelumnya ia pegang erat ditangannya kepada Seohyun. Sebelum balon itu dapat diambil oleh Seohyun, Kyuhyun justru melepaskan balon itu tepat saat tangan Seohyun sudah sedikit menyentuh balon dengan warna yang Seohyun suka. Wajah Seohyun kini sedikit kesal dan bingung dengan apa yang Kyuhyun lakukan kepadanya.

“Tolong lepaskan perasaan mu tentang buruknya sebuah pernikahan, seperti balon itu yang sudah mengudara dengan bebas” Kyuhyun menatap lekat mata bulat Seohyun.

Kemudian Kyuhyun mengeluarkan balon lainnya yang sebelumnya ia sembunyikan dibalik tubuhnya. Balon dengan warna yang sama namun kini seutas tali kecil menggantung terhubungan dengan sebuah cincin yang dipegang oleh Kyuhyun. Seohyun bahkan berpikir ini sudah terlalu jauh dalam bayangannya. Ia tidak mengira Kyuhyun akan memberikannya kejutan seperti ini.

“Aku berjanji akan menghapus mimpi buruk mu tentang pernikahan dan merubahnya menjadi kehidupan yang bahagia bersama ku” Kyuhyun mengucapkan kalimat itu dengan lantang.

“Menikahlah dengan ku, Seohyun” Kyuhyun kali ini mengucapkan kalimat yang membuat Seohyun tepaku.

Tidak, Seohyun tidak pernah membayangkan ini akan terjadi dalam hidupnya. Kembali saat ini bayangan ibu dan kakaknya melintas saja dalam pikirannya. Seohyun tidak tahu apa yang harus dirinya ucapkan saat ini. Keraguan menghampiri sudut hatinya untuk mengucapkan ‘Ya’ kepada sosok pria yang sudah banyak memberinya warna baru dalam kehidupannya.

“Apakah aku bisa mempercayai mu?” Bukan sebuah jawaban atas pernyataan yang diucapkan oleh Seohyun, dan Kyuhyun membalas dengan sebuah anggukan yang meyakinkan serta senyuman yang membuat Seohyun begitu tenang jika menatapnya.

Balon yang terhubung dengan sebuah cincin itu kini tertiup hembusan angin yang juga mereka rasakan. Lama Seohyun terlarut dalam pikirannya dan dirinya ragu apakah jawaban yang ia berikan ini benar atau tidak.

“Aku tidak memiliki bayangan pernikahan yang indah, aku bahkan membuang jauh-jauh pemikiran akan sebuah penikahan. Jadi bagaimana bisa aku memulai ini semua ?” Seohyun mengeluarkan pertanyaan yang menggambarkan isi pikirannya selama ini.

Kyuhyun senyum setulus dirinya mencintai wanita yang berdiri dihadapannya, “Kau hanya perlu percaya padaku, kita akan membuat pernikahan yang sangat indah yang tidak pernah kau bayangkan”

Keduanya saling menatap lekat mencari sebuah keyakinan pada mata yang mereka pancarkan. Seohyun hanya tidak ingin salah melangkah, masa lalunya membuatnya sulit memutuskan ini semua. Seohyun melangkah sedikit maju kearah Kyuhyun memandang lekat-lekat pria itu dan memberikan senyuman indah dibawah sinar bulan yang juga membuat lengkungan seperti ikut tersenyum kepada mereka.

Dengan perlahan, Seohyun memberikan jemari tangannya kehadapan Kyuhyun. Sebuah jawaban dengan gerakan sederhana yang dibuat Seohyun mampu mengembangkan senyuman Kyuhyun semakin lebar. Inilah jawaban yang teramat ditunggu Kyuhyun, wanita itu menerima ajakan Kyuhyununtuk bisa hidup bersama. Membangun sebuah pernikahan yang indah yang tidak akan pernah terbayangkan oleh Seohyun sebelumnya.

Seohyun sepertinya sudah merubah sedikit pemikirannya akan sebuah pernikahan. Ia mulai mempercayai kehidupannya kepada Kyuhyun. Ia berharap dirinya dan Kyuhyun dapat saling melengkapi satu sama lain dengan cinta yang mereka miliki. Malam ini Seohyun merubah sudut pandangnya tentang kelamnya sebuah pernikahan. Apa yang ibu dan kakaknya alami dimasa lalu dan sekarang semoga tidak terjadi kepada dirinya kelak dimasa yang akan datang.

Kyuhyun mulai menyematkan cincin itu ke jari manis Seohyun dan tepat saat Kyuhyun selesai memakaikan cincin yang menjadi awal janji kehidupan masa depan mereka letupan kembang api yang bertebaran dilangit malam menjadi saksi kebahagian pasangan ini. Keduanya tersenyum bahagia melihat keindahan malam ini. Pengunjung yang melihat kejadian romantis ini juga memberikan tepuk tangan sebagai tanda ikut memberikan doa kebahagian kepada mereka.

Dimalam ini sebuah kepercayaan cinta sebagai awal perjanjian yang akan membawa mereka dalam ikatan suci kelak. Keduanya berjanji untuk saling percaya akan cinta yang melekat dalam perasaan mereka.

END

Hilangkan pikiran buruk mu tentang suatu hal padahal kau belum melakukannya. Ketakutan akan bayang-bayang sesuatu justru membuat mu tidak akan pernah bisa mencobanya sekarang, besok atau kapan pun. Mulai lah melangkah dengan segala keyakinan yang akan membuat mu baik.

2015-04-25

—————————–

New imagination – new story about them

I hope everyone can enjoy with this story ^^

Advertisements

7 thoughts on “PROPOSE [SEOKYU]

  1. Pingback: PROPOSE [YOONHAE] | Deer Fishy & Magnae Couple

  2. Yaampun author-nim ini sweet sekaleeee hahaha salut sama kyuhyun ga gampang nyerah yg keliatan cinta dan sayang banget sama seohyun. aku suka ceritanya dan kalo boleh ada sequel nya ya author hehehhe. ditunggu ff seokyu yg lain. semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: