PROPOSE [YOONHAE]


Title     : PROPOSE [YOONHAE]

Author : yoonhaeseokyu

Cast    : Lee Donghae – Im Yoona

Genre  : Romance

Type    : One-Shoot

Related with PROPOSE [SEOKYU VER.]

propose yh

©yoonhaeseokyu

 

Pernikahan, siapa yang tidak memikirkan sebuah moment yang akan dijalaninya sekali seumur hidupnya oleh orang yang paling dicintainya itu. Bayangan sebuah pesta pernikahan nan megah seperti dinegeri dongeng itu selalu terlintas dalam benak setiap diri pria maupun wanita. Bagaimana mereka akan memakai pakaian terindah, menyantap hidangan ternikmat, menyapa para tamu undangan yang ikut memberikan setulus doa-nya untuk para mempelai serta menapaki kehidupan baru membangun sebuah keluarga indah dengan pasangan yang akan mendampinginya seumur hidupnya kelak. Bukankah kita membayangkan hal indah seperti itu.

Begitu juga dengan seorang wanita muda cantik yang baru saja memasuki toko miliknya. Sejak kecil bahkan ia selalu memimpikan seperti apa bayangan pesta pernikahan yang ingin ia wujudkan. Saat remaja pun saat ia melewati sebuah toko gaun pernikahan dan melihat sebuah gaun putih yang terpajang disebuah etalase kaca, ia membayangkan dirinya mengenakan gaun itu dan bisa memukau siapapun yang melihatnya.

Kemudian saat ini ia mencoba untuk mewujudkan impian masa kecilnya itu secara perlahan.

“Yoona eonni, apakah seharusnya kita harus membentuk sebuah pita dibagian pinggangnya ?” Seorang gadis muda bertanya dengan menunjukan sebuah gaun yang ia maksudkan tadi.

Wanita muda itu bernama Yoona itu melihat detail gaun yang coba ia rancang bersama dengan gadis yang menjadi asistennya. Raut wajahnya tidak dapat terbaca apakah ia setuju dengan usulan asistennya atau tidak.

“Tidak, ini tidak bagus Sungbin-ya, dia bukan sebuah kado yang harus diberi pita. Kita tambahkan brokat warna ini saja agar tidak polos” Yoona menuangkan idenya untuk sebuah rancangan yang sudah hampir jadi. Yoona ingin gaun yang ia buat ini akan membuat cantik sang pengantin dihari pernikahannya nanti.

Im Yoona seorang wanita muda yang memiliki paras seperti seorang dewi bahkan diusianya yang hampir memasuki usia 28 tahun ia masih nampak seperti remaja. Ia membuka sebuah toko gaun pengantin dan menjadi perancangnya seperti apa yang di impikannya sejak kecil. Yoona selalu bahagia ketika ia puas melihat gaun rancangannya dan senyum para calon pengantin ketika mereka memakainya.

Keadaan seperti ini yang ingin juga Yoona rasakan, ia juga ingin tersenyum ketika ia mencoba gaun pengantin untuk pernikahannya. Tapi sepertinya keinginan ini belum bisa ia wujudkan.

ঁঁঁ

Melewati lebih dari jam makan siang dirinya harus kembali sibuk untuk segera membuat rancangan gaun baru. Yoona membuka buku sketsa dengan sampul berpitakan merah muda, dan kemudian ia segera menuangkan sebuah rancangan kedalam gambaran.

Hampir mendekati satu jam Yoona fokus terhadap sketsa yang sedang ia buat. Sampai akhirnya Sungbin menyela waktunya untuk dimintai perhatian.

Eonni, bolehkah aku pulang cepat hari ini ?” Sungbin memasang wajah dengan tatapan memohon. Ia memberikan tatapan semanis mungkin agar Yoona bisa mengabulkan keinginannya untuk saat ini.

Yoona terpaksa harus menghentikan aktivitasnya dan sejenak meregangkan tubuhnya.

“Kau mau kemana ingin pulang cepat ?” Yoona menghampiri Sungbin yang berdiri tepat didepan pintu.

“Aku ingin pergi kencan malam ini” Sungbin berbicara sepelan mungkin berniat agar Yoona tak mendengarnya. Ia bahkan tersipu malu harus mengutarakan alasan kepulangan cepatnya sore ini.

“Boleh ya eonni aku janji besok aku akan menggantikan mu untuk menjaga toko seharian penuh” Sungbin menjawab tanpa jeda, sebelum Yoona memberikan sanggahannya ia harus memberikan alasannya lebih dahulu.

Yoona menatap Sungbin dengan raut wajah aneh, kenapa gadis ini.

“Pergilah” Yoona kemudian kembali ke meja kerjanya setelah sebelumnya ia mengambil air untuk meredakan tenggorokannya yang kering.

“Benarkah, ah eonni terima kasih aku sangat menyayangi mu” Sungbin memeluk Yoona yang sudah dianggapnya sebagai kakak. Gadis itu memang pintar sekali membuat hati Yoona luluh.

Dilanjutkannya pekerjaan Yoona yang sempat tertunda karena interupsi dimana Sungbin meminta agar bisa pulang lebih awal hanya demi untuk bisa pergi berkencan. Alasan yang sungguh sangat konyol baginya. Jika ia berpikir seperti itu mengapa ia membiarkan Sungbin ? Yoona telah menganggap Sungbin seperti adiknya sendiri, maka dari itu ia akan memperlakukan Sungbin layaknya seorang adik. Lagi pula Sungbin sudah banyak membantunya dalam menjalankan bisnis yang diimpikannya saat ini.

Yoona kembali membuat pola untuk dijadikannya acuan dalam membuat gaun nanti. Beberapa jam terlarut dalam keseriusannya, tubuh semampai itu kini menunjukkan tanda letih. Ia istirahatkan sejenak dan memandang arah jendela yang sudah menunjukkan senja sore. Pandanganya ia segarkan menyisir kesegala arah yang ada dalam ruangan kecil miliknya.

Kemudian pandangan Yoona terhenti saat ia melihat sebuah kalender yang ia letakkan diatas meja kerjanya terdapat sebuah tanda berbentuk hati disalah satu bagian tanggal itu. Yoona nampak tersenyum melihatnya dan segera mengambil ponselnya. Ia menghubungi seseorang diseberang sana. Senyum digaris bibirnya belum juga menghilang sampai beberapa menit senyuman itu tergantikan oleh garis kekesalan. Garis yang semula menarik keatas kini sudah mulai tertarik kebawah.

Sepertinya orang yang coba ia hubungi tidak mengangkat panggilan darinya. Lagi, seseorang disana mengabaikan kehadirannya dan terlalu fokus terhadap kegiatannya. Jika sudah seperti ingin apalagi, marah pun akan membuang tenaganya. Merenggut kesal dan balik mengabaikannya sepertinya menjadi pilihannya untuk saat ini.

ঁঁঁ

Dirinya masih sibuk mengendari mobil yang ia lajukan dengan kecepatan sedang. Raut wajahnya kini sudah menampakkan keletihan. Sedikit perasaan letihnya hilang saat ia melihat cahaya lampu berwarna-warni yang dihadirkan dijantung ibukota kelahirannya ini. Selesai sudah kesibukkan aktivitasnya untuk hari ini dan akan dilanjutkan keesokan harinya.

Hari ini ia benar-benar merindukan sosok kekasih yang bahkan ia lupa menghubunginya. Ah benar ia belum mengecek ponselnya sejak sore tadi. Bagaimana kabar kekasihnya hari ini, ia sungguh ingin mendengar suaranya.

Beberapa panggilan tidak terjawab ditampilkan pada layar ponselnya, sedangkan dirinya masih sibuk mengendari mobilnya yang saat ini sudah sampai memasuki area parkir tempat tinggalnya. Mesin mobil kemudian dimatikan dan ia segera memasuki lift yang akan membawanya pada lantai 9 apartemen miliknya. Pria itu sedari tadi masih mencoba menghubungi nomor kekasihnya yang belum juga diangkat.

Tepat saat ia membuka pintu rumahnya suara orang yang hari ini sangat ia rindukan pun terdengar ditelinganya.

“Sayang apa kau sudah pulang ?” Suara pria itu membuka obrolan dengan kekasihnya

Eo

“Apa kau sudah makan ?”

Eo

“Apa hari kau sibuk ?”

Ani

“Kenapa dengan mu, apa kau sedang sakit ?” Pertanyaan demi pertanyaan dirinya lontarkan kepada wanita yang dicintainya.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa hari ini kau sangat sibuk sekali ? Sejak sore tadi bahkan aku menghubungi tapi tidak kau angkat satupun ? Kau kemana saja, apa kau lupa padaku, apa kau memiliki kekasih selain aku ?”

“Sayang kau ini kenapa tiba-tiba marah seperti ini, aku tadi hanya….”

Sambungan pun terputus secara sepihak, kalian bisa menebak siapa yang dahulu mematikan sambungan telpon itu.

Tak lama kembali ponselnya berdering, ia menatap nama yang tertera dilayar ponselnya. Dirinya pikir bahwa kekasihnya lah yang menghubunginya tapi justru raut wajah kecewa yang ia pasang saat ini ketika melihat siapa yang menghubunginya.

“Donghae-ah lusa ada pertemuan pimpinan kepala cabang di Daegu sebelum aku lupa memberi tahu mu”

“Aku mengerti” Donghae memutuskan sambungan telepon itu sepihak.

Dirinya hari ini tidak dalam konsisi yang baik, saat kekasihnya harus memutuskan sambungan telepon tanpa penjelasan membuatnya bertanya-tanya. Kemudian sahabatnya itu memberitahukan akan jadwal yang tiba-tiba mengharuskannya untuk kembali tugas mengunjungi kantor cabangnya. Benar-benar membuat kepalanya pusing dibuatnya.

Inilah yang harus dialami oleh seorang pemimpin perusahaan, harus siapkan dibutuhkan saat perusahaan membutuhkan. Apapun akan dilakukan oleh seorang pemimpin demi kelanjutan perusahaannya. Memutuskan untuk tidur lebih awal tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu menjadi pilihan Donghae. Ia berharap keesekan harinya bisa lebih baik dan membuat pikirannya kembali segar.

ঁঁঁ

Hari demi hari kesibukan Donghae semakin membuat kekasihnya Im Yoona merenggut sebal. Memang bukan kali ini saja Donghae memiliki kesibukan yang membuatnya harus sedikit mengabaikan segala hal. Mulai dari jam tidurnya yang berkurang, makan yang tidak teratur sampai kekasihnya pun harus sedikit terabaikan. Donghae memang tidak terlalu menyadari akan jam kesibukannya karena ia begitu nyaman dan sangat menyukai pekerjaannya ini. Tapi bagi orang disekelilingnya bahkan tidak berpikir seperti apa yang dilakukan oleh Donghae.

Seperti hari ini udara di Daegu yang sedikit terik membuat dirinya ingin segera cepat menyelesaikan pekerjaannya. Padahal mobil yang ia tumpangi baru saja tiba di Daegu tapi justru ia ingin bisa cepat kembali ke Seoul. Sudah beberapa hari ini ia belum bertemu dengan kekasih yang begitu ia rindukan keberadaannya.

Berbeda halnya dengan wanita itu, dirinya sedang dalam keadaan kurang baik. Tubuhnya memang begitu sehat tapi tidak dengan perasannya yang entah mengapa membuatnya begitu malas mengerjakan suatu hal. Seperti kehilangan semangat yang ada dalam dirinya. Yoona sangat membutuhkan sosok penyemangatnya itu.

Bahkan hari ini pun Yoona haru menelan kekecawaan untuk bisa merayakan peringatan hari jadi dirinya bersama kekasihnya yang sudah memasuki tahun ketiga hubungan mereka. Mungkin bagi pasangan lain hal ini merupakan hal yang biasa saja yang. Tapi bagi Yoona dirinya ingin sekali selalu bisa merayakan peringatan atas pengakuan dan pernyataan cinta keduanya. Yoona ingin membuat setiap moment ini bisa selalu menjadi kenangan yang tidak akan dilupakannya selama hidupnya.

Tapi lihatlah kekasihnya itu melupakan perayaan penting mereka. Jika tidak diingatkan maka pria itu pun tidak akan ingat. Bukankah hampir semua pria seperti itu, melupakan hari penting dalam hubungan mereka –meskipun tidak semua pria akan seperti itu-

Yoona memutuskan untuk tidak menghubungi Donghae, begitu pula saat Donghae menghubunginya ia abaikan beitu saja. Yoona ingin memberikan sedikit pelajaran kepada Donghae karena dirinya yang diabaikan begitu saja karena kesibukan pria itu. Meskipun dalam diri Yoona ia sangat memendam rasa rindu kepada Donghae rasanya ia ingin bertemu dengan pria itu sekarang.

Sampai akhirnya rembulan malam kini telah tergantikan cahaya matahari yang mulai mengusik paginya. Yoona kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Harinya sedikit merasa kosong tanpa mendengar suara sang belahan jiwa. Yoona masih mempertahankan keegoisannya untuk tidak memulai memberikan kabar pada sang kekasih.

Lihat saja sampai berapa lama diri Yoona mampu bertahan.

Tapi tunggu sebentar bagaimana dengan Donghae yang merasa diabaikan. Apakah dirinya sadar bahwa ia telah sedikit membuat kekecawaan pada hati sang wanitanya. Tidak, Donghae tidak lupa akan perayaan hubungan mereka kemarin, bahkan Donghae memikirkan kejutan apa yang ingin ia berikan untuk kekasihnya dihari perayaan hubungan mereka ketika dirinya masih melakukan pekerjaan di Daegu. Dirinya bahkan memikirkan sampai ia lupa untuk memikirkan tugas yang harus ia kerjakan.

Kembali ke kota tempatnya bermukim saat ini Donghae diam-diam menyiapkan hadiah untuk Yoona. Hadiah yang mungkin tidak akan pernah dilupakan oleh Yoona seumur hidupnya. Donghae mempersiapkannya dengan sangat matang. Dibalik itu semua pun ia harus berkorban untuk tidak bertemu gadinya –lagi- semenjak kepergiannya ke Daegu beberapa hari yang lalu.

Ia akan membayar rasa rindunya dengan sebuah kejutan yang ia buat dan menghabiskan waktunya bersama sang kekasih.

‘Bersipalah, aku akan menjemputmu nanti malam’ sebuah pesan pendek yang Donghae kirimkan ditujukan untuk kekasihnya.

Yoona ingin sekali mengabaikan pesan itu tapi hatinya justru seolah menginstruksikan tubuhnya untuk melakukan apa yang tertera dalam layar ponselnya. Kemudian Yoona segera bergegas untuk bersiap seperti apa yang Donghae katakan. Tidak membutuhkan waktu yang lama sampai Yoona saat ini berpenampilan layaknya seorang dewi yang akan diajaknya oleh pangeran tampan kesebuah pesta. Dirinya kembali mematut melihat bayangannya memastikan penampilannya yang sudah hampir sempurna Sampai akhirnya sebuah bel apartamen miliknya berbunyi menandakan kedatangan seseorang.

Sebuah buket bunga mawar yang pertama dilihatnya setelah dirinya membuka pintu. Dibaliknya senyuman manis seorang pria dengan balutan kemeje sederhana ditampilkan untuk sang kekasih tercinta yang sudah lama tidak ia jumpai. Semula wajah Yoona yang beberapa hari kesal dibuatnya kini perlahan mulai berubah. Senyuman manis sudah terpasang diwajah cantiknya.

“Aku merindukanmu” Satu kalimat itu menjadi kunci utama pertemuan keduanya malam ini.

Tidak ingin membuang waktu terlalu lama kini keduanya sudah membelah jalan ibu kota Seoul dimalam hari. Yoona masih terus menggenggam buket mawar yang diberikan kekasihnya itu. Diselingi obrolan ringan keduanya saling berbagi cerita menceritakan segala perbincangan yang bagi keduanya menarik untuk dijadikan bahan pengisi waktu.

Yoona tidak terkejut dengan tempat yang dilihatnya sekarang. Sebuah tempat yang baginya memberikan banyak kenangan manis bersama Donghae. Sedikit ada yang berbeda dengan tempatnya berdiri saat ini, banyak hiasan lampu yang menggantung pada rangka-rangka bangunan yang sebelumnya tidak pernah ia lihat. Suatu hiasan manis yang menambah romantis dalam benak Yoona.

Yoona dan Donghae kini sudah duduk nyaman didalam cafe dan pesanan mereka pun sudah siap untuk mereka santap. Keduanya saling melepas rindu memandang cinta yang lama tak terlihat oleh mata. Sebuah makan malam seperti biasa yang mereka lakukan sebelum-sebelumnya, tapi kali ini berbeda karena ada perasaan rindu yang menambah dalam hati mereka.

“Sebentar, aku ingin kebelakang. Kau tunggu disini” Donghae mengeinterupsi kegiatan mereka berdua.

Yoona kekmbali menyantap hidangan yang tidak berubah rasanya saat pertama ia rasakan tida tahun yang lalu. Lama, Donghae tidak kunjung kembali tapi Yoona mencoba untuk menikmati suasana sekeliling yang sudah banyak berubah ini.

Sampai akhirnya dentingan piano yang dimainkan oleh seorang wanita cantik itu menarik perhatian para pengunjung. Sorotan lampu kini hanya berfokus pada wanita cantik itu, ia bersinar seperti dewi yang turun dari langit selaras dengan pakaian yang ia kenakan berwarna putih. Tatapannya serius kala menekan nuts menciptakan melodi yang mampu membuai telinga.

Tak berselang lama kini sahutan suara merdu seorang pria tampan terdengar yang mengalun indah. Lampu sorot pun kini juga ikut menyinari sang pria tampan dengan suara emas. Dibalut jas bernuansa hitam pria itu begitu selaras dengan wanita cantik yang mengiri penampilan mereka malam ini.

Pengunjung terbuai oleh nuansa romantis yang mampu mereka ciptakan. Alunan piano mengiringi sebuah lagu kesukaan Yoona yang dinyanyikan oleh pria yang begitu menghayati. Begitu pun dengan Yoona, ia begitu menikmati penampilan yang penuh dengan suasana romantis dan sekejap melupakan hidangan yang tersaji diatas mejanya. Ia bahkan melupakan kekasihnya yang sejak tadi pergi ke kamar kecil dan sampai saat ini melewatkan penampilan pria tampan dan wanita cantik ini.

Sampai dipertengahan lagu permainan piano dan nyanyian itu terhenti dan lampu pun kini mulai padam. Benar-benar tidak lucu saat seperti ini listrik harus padam. Keadaan gelap gulita dan suasana mulai sedikit gusar terutama Yoona yang ditinggal seorang diri.

Namun

Sebuah screen yang menyatu dengan dinding dan tepat menghadap kearah Yoona kini menyala tiba-tiba. Yoona terkejut saat melihat koleksi fotonya ada pada screen dihadapannya, menampilkan berbagai macam ekspresi dirinya. Kemudian screen itu pun berubah menampilkan moment kebersamaan mereka. Kilasan foto yang ditampilkan kini membuat Yoona mengenang kenangan indah yang dibuatnya bersama Donghae. Dimana Donghae saat ini, ia membutuhkan kekasihnya saat ini juga.

Tak berselang lama kini layar screen itu menampilkan layar putih dan menampilkan beberapa kalimat yang silih berganti. Seolah screen itu ingin mengajak berbicara oleh sang objek yang semenjak tadi muncul di screen, yaitu wanita yang kini sudah tersipu malu. Yoona membaca kalimat-kalimat itu dalam hati, kini ia tahu siapa seseorang yang melakukan semua ini. Seseorang yang membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.

– Aku yang sudah jatuh cinta padamu –

– Jika aku dapat jatuh cinta sekali lagi –

– Aku hanya ingin jatuh cinta dengan dirimu –

– Aku akan mencintai sekali saja –

– Hanya sekali dan orang itu adalah dirimu –

– Jadilah bunga yang megah untuk ku –

-Jadilah masa depan ku seseorang yang aku hanya jatuh cinta dengannya –

Kilasan kalimat-kalimat yang begitu romantis itu terhenti dan kini screen berubah menampilkan sebuah kotak cincin berwarna silver. Tapi tunggu sebentar, ada yang aneh saat melihat kotak discreen itu. Apakah mereka tidak salah menampilkannya, dimana cincin itu ? Saat itu juga screen dihadapan Yoona berhenti menampilkan sepenggalan bentuk rasa cinta dari sang kekasih.

Lampu sorot yang semula menyoroti penampilan wanita yang bermain piano dan pria sang suara emas itu kini mulai menyoroti dalang dibalik ini semua. Yoona mulai terharu saat ia melihat pria yang sangat ia cintai ini berdiri dihadapannya memegang sebuah kotak cincin kali ini lengkap dengan cincinnya. Kemudian sebuah cincin dengan berlian yang menghiasi itu mulai diambilnya oleh Donghae dari dalam kotak cincin persis sama seperti yang ada di screen yang Yoona lihat sebelumnya dan kini ia menatap penuh cinta kepada Yoona sang kekasih.

“Maukah kau menikah dengan ku?” Ungkap Donghae dengan memberikan kotak cincin itu kehadapan Yoona saat ini.

Para pengunjung yang dikejutkan oleh kejadian ini pun saling berdecak kagum, para wanita yang ada diruangan cafe yang sudah penuh dengan suasana keromantisan ini hanya mampu berdecak iri melihatnya. Mereka mengagumi sosok pria yang menyiapkan kejutan lamaran yang begitu romantis dan wanita beruntung itu –Yoona-

Yoona hanya tersenyum dan melangkah mendekati Donghae, ia tak habis pikir kekasihnya bisa memberikannya kejutan yang selalu ia bayangkan saat remaja dahulu. Ia sangat memimpikan sebuah lamaran yang romantis dan impian Yoona kalai itu terwujud malam ini. Perasaan malu yang sebelumnya hadir dibenaknya kini sirna oleh perasaan kagum. Yoona hanya bingung ingin menjawab apa, ia terlalu bahagia menerima kejutan ini.

Tanpa kata-kata yang terucap dari mulutnya Yoona mengulurkan jemarinya pertanda ia menerima apa yang sebelumnya Donghae utarakan. Yoona anggukkan kepalanya dan sejurus kemudian pun Donghae segera menyematkan cincin itu sebagai tanda awal mereka akan melangkah menuju tahapan selanjutnya sebelum mereka akan hidup bersama.

FLASHBACK

Suatu tempat yang pertama kali melintas dalam benaknya. Tempat yang menjadi saksi bisu bagaimana cinta itu bermula. Ia mantapkan langkahnya memasuki tempat bersejarah baginya dan juga untuk orang terkasihnya.

“Permisi, aku ingin menemui manajer disini apakah bisa ?” Donghae bertanya kepada salah satu pelayan cafe dimana tempat ini adalah tempat saat ia mulai berkencan dengan Yoona pertama kali.

Sang pelayan pun mencoba untuk menemui atasannya namun sepertinya harapan Donghae belum terlaksana dengan cepat saat ini.

“Manajer kami masih dalam perjalanan, mungkin setengah jam lagi ia akan sampai” Pelayan itu memberitahukan info yang baru ia terima saat ia tidak temukan sang manajer diruang kerjanya.

“Baiklah apa tidak apa-apa kalau aku menunggunya saja”

“Silahkan”

Donghae menunggu sang penanggung jawab cafe ini. Ia memutuskan akan memberikan kejutan kepada kekasihnya besok malam. Tentu saja berbagai persiapan tengah ia kerjakan salah satunya disini. Donghae nampak melihat kebeberapa sudut ruang cafe yang akan ia jadikan tempatnya menyempurnakan kejutannya nanti. Ia mulai merancang rencana yang sebelumnya ia persiapkan.

Minuman yang ia pesan sudah hampir habis setengahnya. Beruntung tak lama setelah itu seseorang yang ditunggunya hadir. Manajer muda itu menghampiri Donghae yang masih setia duduk. Penampilannya membuat para wanita jatuh hati padanya, dengan tinggi yang semampai berkulit putih serta kacamata yang bertengger dihidungnya nyaris membuat penampilannya sempurna.

“Selamat siang, apakah kau yang mencari ku ?” sang manajer itu mengulurkan tangannya tanda perkenalan.

“Ah, Lee Donghae”

“Cho Kyuhyun, apa yang bisa aku bantu ?” Manajer muda bernama Kyuhyun itu bertanya ramah.

Donghae mulai menjelaskan maksud dirinya menemui manajer cafe ini. Ia ingin menggunakan cafe ini sebagai tempat dirinya akan melamar sang pujaan hati. Donghae menjelaskan secara terperinci apa saja yang akan ia lakukan malam esok. Sedikit ia meminta bantuan kepada Kyuhyun untuk ikut membantunya.

“Mungkin aku bisa bernyanyi untuk membantu dalam acara mu nanti” Kyuhyun mencoba untuk menawarkan bantuan. Sepertinya penampilan Kyuhyun sebagai manajer membuat Donghae kurang yakin. Apakah manajer ini memiliki suara yang bagus, bagaimana nanti jika suara manajer ini justru akan membuat rencana Donghae berantakan ?

Melihat ekspresi Donghae, manajer Cho ini sepertinya dapat membaca pikiran pria dihadapannya.

“Tenang saja, aku bisa menjamin tidak akan merusak acara mu”Manajer Cho mencoba meyakinkan.

Salah satu pelayan dengan seragam berwarna cokelat itu menghampiri kedua pria tampan yang terlihat sudah cukup akrab ini. Memberikan dua buah gelas minuman dan sedikit hidangan bukan sebagai pengunjung melainkan sebagai tampu pribadi untuk manajer Cho ini.

“Tapi aku tidak bisa memastikan siapa yang akan bermain piano, karena pemain piano kami sedang berlibur, jadwalnya memang ia libur untuk besok”

“Benarkah, aku dalam masalah sepertinya. Sepertinya temanku tidak ada yang bisa….”

“Maaf manajer apa ka sedang membutuhkan seorang yang bisa bermain piano ?” Kedua pria ini pun melihat ke sang pelayan yang mencoba untuk menginterupsi percakapan keduanya.

Ne” jawab sang manajer

“Temanku sepertinya bisa membantu, dia jago sekali bermain piano. Kalau anda mau aku bisa bertanya padanya ?”

“Apakah benar-benar bisa ?”

Sang pelayan itu pun mengangguk pasti “Aku bisa menjaminnya”

Manajer Cho bertanya kepada Donghae apakah setuju. Sebagai seorang manajer ia sangat ingin membantu ketika seseorang akan berbahagia apalagi kebahagian itu ia juga yang membantu menciptakannya.

“Baiklah, lusa saat jam makan siang aku akan kembali dan melihatnya, kuharap ia benar-benar bisa membantu ku” Donghae sangat berharap kepada sang manajer dan seseorang yang akan ditemuinya besok sebelum rencananya dijalankan. Semoga saja rencana yang sudah ia buat akan berhasil.

Sang pelayan yang setelah pertemuan kedua pria itu selesai kini mulai menghubungi teman yang akan membantu salah satu pelanggann tempat ia bekerja.

“Oh aku ada pekerjaan untuk mu … bermain piano … lusa malam, tapi besok siang kau harus datang ketempat ku bekerja … baiklah, aku tunggu kau besok siang ya …”

Obrolan disebuah telpon itu pun berhenti. Kini pelayan itu sudah kembali menjalankan aktivitasnya setelah memberi tahukan bahwa salah satu temannya akan bermain menggatikan pemain yang sebelumnya tidak bisa.

Kini kedua pria tampan itu pun masih sedikit membicarakan perihal acara yang sepenuhnya dipersiapkan Donghae. Terlihat keduanya pun nampak sudah sedikit akrab dalam obrolan singkat siang ini. Hari ini sepertinya cukup yang Donghae lakukan, biarkan sisanya dikerjakan esok dan lusa, ia benar-benar mempersiapkannya seorang diri. Donghae sangat ingin memberikan kejutan manis untuk Yoona, dan ia berharap kekasihnya ini senang akan kejutan yang dibuatnya.

~~~

Detik-detik mulai berlalu dan membuat Donghae semakin berdebar. Siang ini persiapan akhir sudah harus ia selesaikan, dan mulai menyiapkan kejutan yang akan dijalankannya malam ini. Tepat siang ini ia akan menemui manajer Cho dan sang pemain piano yang akan mengiri suksesnya dalam acara kejutannya nanti.

“Manajer Cho aku sangat berterima kasih kepada mu karena kau sudah banyak membantu ku”

“Tidak usah sungkan aku sangat senang bisa membantu, apalagi ini adalah moment yang sangat berharga untuk mu”

Pembicaraan keduanya terhenti saat sang pelayan menghampiri keduanya dalam persiapan akhir untuk acara nanti malam.

“Manajer ini adalah teman ku yang bisa membantu tuan ini” Pelayan itu memperkenalkan sahabatnya itu kepada Donghae dan manajernya.

“Selamat siang aku Seohyun, semoga aku bisa membantu”

Donghae menjabat tangan wanita itu dan menjelaskan apa yang bisa wanita ini lakukan nantinya.

“Aku ingin manajer Cho dan nona Seohyun bisa memainkan lagu kesukaan kekasih ku nanti malam, karena ia begitu menyukai lagu ini aku ingin membuat kekasih ku terpukau” Donghae begitu berharap kedua orang yang akan membantunya ini bisa menampilkan yang terbaik.

“Tidak usah khawatir tuan, kami akan usahakan yang terbaik untuk anda”

Donghae tersenyum lega, ia begitu percaya kejutannya malam nanti akan berhasil. Sesaat ketiganya menyelesaikan pertemuan Donghae memutuskan untuk mempersiapkan hal lainnya diluar cafe ini. Tentu saja ia juga harus menjemput kekasihnya untuk bisa datang ke cafe ini nanti malam.

Setelahnya Donghae meninggalkan cafe ini dan menuju tempat berikutnya. Donghae sudah tidak sabar akan malam yang segera datang.

ঁঁঁ

Yoona sadar bahwa Donghae bukanlah sosok yang sempurna begitu juga dengan Donghae. Hubungan yang keduanya jalani tidak selalu menampilkan keindahan bagai taman bunga yang dipenuhi beragam bunga berwarna-warni. Sesekali keduanya berselisih paham dan membuat pasangan ini diliputi kekesalan akibat ulah satu sama lain. Wajar bukan setiap hubungan akan mengalami hal seperti ini, sama seperti mereka.

Meski begitu mereka sadar bahwa keduanya memiliki rasa cinta yang dapat mereka beri satu sama lain. Keduanya membutuhkan kehadiran satu sama lain, berbagi kasih dan cinta. Karena mereka yakin kekuatan cinta yang akan membuat perasaan mereka tidak pernah pudar.

Kembali satu impian Yoona bisa terwujud malam ini, disaksikan oleh para pengunjung yang melihat kearahnya. Sebuah kejutan lamaran yang begitu romantis yang selalu diimpikannya menjadi kenyataan. Mulai saat ini ia bisa merancang sendiri gaun pernikahan yang akan dipakaianya dihari bahagia nanti. Yoona tidak bisa mengungkapkan betapa bahagia dan beruntungnya ia bisa mencintai dan dicintai oleh sosok pria bernama Lee Donghae.

Malam ini Donghae menyematkan sebuah cincin pada jari manis Yoona sebagai awal janji ia akan mengikat cinta Yoona. Keduanya larut dalam kebahagian membuat siapapun juga ikut merasakan aura cinta yang mereka tebarkan. Keduanya bahkan sudah membayangkan pernikahan indah nanti yang akan mereka hadapi dikemudian hari. Tidak luput kedua orang lain disana juga ikut tersenyum melihat kemesraan Donghae memberikan kecupan manis dikening Yoona.

END

Pernikahan adalah bukan mencari siapa yang sempurna untuk diajak hidup bersama.

Pernikahan adalah bersama membangun sebuah kesempurnaan yang disebut dengan Keluarga

2015-04-25

—————————–

New imagination – new story about them

I hope everyone can enjoy with this story ^^

Advertisements

49 thoughts on “PROPOSE [YOONHAE]

  1. Pingback: PROPOSE [SEOKYU] | Deer Fishy & Magnae Couple

  2. perasaan aku aj atau gimana ya,, nih ff keknya pernh q baca.. tapi dari dua cerita.. udh lma juga sih..tapi semoga nggak ya :3 bnyak typo-nya tapi gx pa2 lah.. lebih d perhatikan aja penulisannya.. krena bnyak yg d penggal2 juga klimatnya kkk..

  3. Susah suit ceilah so sweet bener dah , ga kbyang dah gmna jdi yoong , donghaenya romantis bnget , bang ikan bisa aja bkin melting aja
    Next dtnggu ff yh slanjtnya ne
    #keep writing n semangat

  4. astga hae oppa so sweet bgt stelah beberpa hri gak ksh kbr n bt yoona eonni mrh tp kejutan yg diberikn bt yoona eonni so sweet bgt hehe

  5. Woww, walaupun diawal donghaenya menyebalkan, tapi dy romantis jg 😄😊
    Beruntung yoona dilamar dg cara kek gitu

    Btw, pesan akhirnya benar banget, setuju sama author 👍

  6. aahhh donghae soo sweet..
    ngebayang bayngin yoonhae bgt jdi iri saya..
    hahhaa
    ditunggu ff yoonhae yg lainnya..

  7. oooohhhh,,so sweet…
    andai ada laki2 sprti itu d dunia nyata..#berharap
    d tunggu crita2 yg lain’a thor

  8. sweeeeeet bgt yatuhan,
    dkira yoong bkal pake acara ngambek k haeppa , coba td yoong pura” marah bkal lebih seru, tp aku sukaaa

  9. Huaaa bru tau ada ff YH disini. annyeong author izin baca ya salam kenal q suka sma ffnya romantis bgt dan feelnya jga dapet.
    huhhh jdi kangen sama YH couple q bener2 berharap mereka berjodoh. #amin q jga gk nyangka msih banyak yg suka sma YH 🙂

  10. Gk nyangka perjuangan donghae sampe segitunya, tp gk sia2 yoona nya suka dan dia menikmatinya, biarpun kata yoona donghae gk romantis tp menurutku ini lebih dari kata romantis.

  11. Hwaaa… Romantis bgtzz., akhirnya yoona bsa dpet proposal yg d impikannya.,
    Authorr bkin FF yoonhae lgii.. Pliss

  12. Akhirnya kekesalan yoona pd donghae berbuah manis dg donghae melamar yoona dg cara yg bner2 so sweet 🙂 siapa sih wanita yg bakal nolak kalo di lamar dg cara sperti itu hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: